Brigadir Doni Malindo bersama Piola dan kedua orangtuanya di RS Indragiri, Rengat./foto:argus. RIAUIN.COM - Bayi berusia 8 bulan yang lahir tanpa lubang anus Piola Juningsih akan segera menjalani operasi di Kota Pekanbaru.
Semua persyaratan administrasi untuk melakukan operasi itu dibantu Brigadir Doni Malindo, seorang Polisi Lalulintas Polres Inhu yang bertugas di Polsek Lirik.
Kabar bahagia ini disambut rasa syukur oleh orangtua Piola, Dedi Herfinal dan Sitina. Mereka menyampaikan ucapan terimakasih kepada polisi ini serta kepada pihak terkait yang sudah peduli atas kondisi buah hatinya.
"Syukur Alhamdulillah. Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan kepada Pak Polisi Doni Malindo, saya tidak bisa membalas semua kebaikan bapak. Mudah-mudahan semua kebaikan ini dibalas Allah SWT," ucap Dedi dan Satina kepada Riauin.com, Senin (15/3/2021).
Terlihat Brigadir Doni Malindo dan orangtua Piola Juningsih berada di RSUD Indrasari Pematang Reba untuk bersiap-siap berangkat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.
"Jika tak ada halangan, saya mendampingi keluarga Piola ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Karena sudah koordinasi dengan rumah sakit Dr Tubagus yang akan melakukan operasi besok pagi (Selasa). Jadi kita putuskan malam ini juga berangkat, agar pagi besok langsung mendapatkan penanganan," jelas Brigadir Doni Malindo.
Selain Dokumen administrasi kependudukan sudah dipersiapkan, kata Brigadir Doni Malindo, Kartu BPJS Kesehatan untuk Piola sudah selesai dicetak.
"Berkat dukungan semua kalangan dan pihak terkait, Alhamdulilah semua berjalan lancar dan Kartu BPJS Kesehatan sudah aktif dan bisa dipergunakan. Terimakasih juga kepada organisasi Komunitas Gala Indragiri (KGI) Yakmidin dan kawan-kawan yang sudah terlibat dalam hal ini. Sama sama kita berdoa agar operasi Piola berjalan lancar," ujar Doni.
Seperti diberitakan Riauin.com, Ahad (14/3/2021) kemaren, Piola Juningsih merupakan anak kedua dari Dedi Herfinal dan Sitina. Bayi malang ini lahir tanpa lubang anus. Sejak bayi, ia terpaksa BAB melalui saluran alat kelaminnya.
Piola lahir pada 11 Juni 2020 di Desa Sialang Dua Dahan, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Propinsi Riau.
"Kami sudah berusaha membawa Piola ke dokter, baik di rumah sakit umum maupun swasta. Dokter menyarankan untuk operasi di Pekanbaru, tapi saya tak punya uang," keluh Sitina kepada Riauin.com, Ahad (14/3/2021).
Dokter menyarankan Sitina untuk mendaftarkan Piola ke BPJS Kesehatan. Agar biaya operasi ditanggung pemerintah. Namun, keinginan itu tak semudah yang dibayangkan Sitina. Saat mengurus kartu BPJS untuk sang buah hati, banyak persoalan yang harus dihadapinya.
"Saya urus kartu BPJS banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan kata orang BPJS, NIK anak saya belum online. Saya binggung harus mengadu kemana," ucap Sitina.
Dia mengatakan, sejak lahir anaknya tidak memiliki lubang anus. Hal ini membuat dirinya kasihan dan bingung harus berbuat apa. Kendati berbagai upaya sudah dilakukan, namun sampai saat ini sakit yang dialami anaknya belum juga terobati.
"Kata dokter, cara satu-satunya adalah operasi. Tapi biaya untuk operasi itu kami tak punya. Berharap dibantu pemerintah lewat BPJS, tapi tak bisa juga," sebutnya terbata-bata. Air mata Sitina pun tumpah membasahi pipi. Dia sangat kasihan dengan derita anaknya.
"Saya hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga ada dermawan yang bersedia membantu biaya operasi Piola," ujarnya.
"Setiap BAB, Piola terus menangis menahan rasa sakit untuk mengeluarkan BAB dari lubang kemaluannya. Setiap hari saya rasakan sakit yang diderita Piola ketika BAB. Semoga Allah SWT menguatkan hati saya untuk menghadapi ujian ini," ujarnya sedih.--argus.