Salah satu tribun pacu jalur yang dibangun Mursini saat menjabat Bupati Kuansing di periode pertama./foto:hendri. RIAUIN.COM - Sepak terjang Mursini selama memimpin Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tak diragukan lagi. Wajar, kalau prestasi ini mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat.
Kendati diawal kepemimpinannya tahun 2016 lalu banyak mendapat kecaman, cibiran dan kritikan, namun Mursini membuktikan semua keraguan di masyarakat tersebut.
Apalagi, diawal pemerintahannya berjalan, Mursini harus menanggung warisan hutang ratusan miliaran rupiah yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya. Namun, Mursini tak patah arang.
Pelan tapi pasti. Mursini mulai memperbaiki semua sistem birokrasi di Pemkab Kuansing. 2 tahun berjalan, Mursini berhasil melunasi semua hutang yang menjadi beban Pemkab Kuansing.

Tradisi perahu Baganduang di Kuala Mudik, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Singingi. | f: istimewa
Kemudian, program pembangunan pun terus berjalan di semua bidang. Tentu, kegiatan ini disesuaikan dengan kemampuan daerah. Wajar, kalau saat ini masih ada persoalan yang belum sepenuhnya dapat dituntaskan.
Salah satu program Mursini yang mendapat apresiasi kalangan masyarakat yakni, kepeduliannya terhadap tradisi dan kebudayaan masyarakat Kuansing.
Mursini membuktikan, selama 4 tahun membangun Kuansing, dia berhasil menyelesaikan semua tribun hakim untuk kegiatan pacu jalur di setiap kecamatan. Tribun hakim merupakan fasilitas terpenting saat menggelar iven pacu jalur. Kegiatan pacu jalur ini merupakan tradisi yang dilaksanakan masyarakat setiap tahun.
"Mursini adalah sosok bupati yang begitu peduli terhadap seni, tradisi dan budaya lokal," kata tokoh masyarakat Cerenti, Musliadi menjawab Riauin.com, Jumat (6/11/2020).
Dia mencontohkan begitu besarnya kepedulian Mursini terhadap tradisi pacu jalur yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing.
"Porsi anggaran untuk membangun sarana penunjang pacu jalur ini sangat besar, tapi Mursini mewujudkan keinginan masyarakat tersebut. Wajar, kalau masyarakat kembali menginginkan Mursini untuk memimpin Kuansing, 5 tahun ke depan," jelasnya.
Kadis PUPR Kuansing melalui Kabid Sumber Daya Alam Febri Mahmud menjelaskan, sejak tahun 2016 sampai 2020 Pemkab Kuansing selalu menganggarkan dana dari APBD untuk pembangunan sarana penunjang pacu jalur.
Tahun 2016, Pemkab Kuansing membangun tribun pacu jalur di Tepian Datuk Bandaro Lelo Budi-Kari Kecamatan Kuantan Tengah. Kemudian, membangun tribun utama Tepian Rajo Pangean, Kecamatan Pangean.
Tahun 2017, dibangun juga tribun utama Tepian Lubuok Sobae Baserah.
Kemudian, tahun 2018 dibangun tribun utama Tepian H Saidina Ali Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik.
Di tahun yang sama Pemkab Kuansing juga mengalokasikan untuk pembangunan tribun utama Tepian Pantai Lubuk Terentang, Kecamatan Gunung Toar dan tribun utama Tepian Pincuran Sati Benai, Kecamatan Benai.
Selanjutnya, tahun 2019 dilanjutkan pembangunan tribun utama di Tepian Gudang Pulau Gobah Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan. Bersamaan tahun itu juga dibangun tribun utama di Tepian Tigo Muaro Inuman, Kecamatan Inuman serta pembangunan tribun utama di Tepian Nyiur Melambai Sikakak-Cerenti, Kecamatan Cerenti.
"Tahun 2020 ini, Pemkab juga membangun satu unit tribun mini di gelanggang pacu jalur ajang uji coba di Desa Gunung," ujar Febri.
Pembangunan tribun mini ini, kata dia, merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap masyarakat setempat yang telah mengadakan pacu jalur ajang ujicoba secara terus menerus.
“Gelanggang pacu jalur ini bentuk kepedulian Pemkab terhadap keseriusan masyarakat yang melaksanakan pacu jalur ajang ujicoba di tempat itu,” ucap Febri.
"Dari 12 gelanggang pacu jalur yang ada di Kuansing, 10 gelanggang tribun hakimnya dibangun semasa pemerintahan Mursini," tegas Febri.
Ia merinci, untuk pembangunan satu unit tribun hakim itu diperkirakan menelan biaya sebesar Rp1,8 miliar. Sedangkan pembangunan tribun mini di Desa Gunung menelan biaya sebesar Rp1 miliar.
Pariwisata Terpopuler
Memasuki tahun kedua pemerintahan Mursini (2017), tradisi pacu jalur yang menjadi kebanggan masyarakat Kuansing ini terpilih sebagai pariwisata terpopuler se-Indonesia.
Penobatan ini melalui pemilihan yang diselenggarakan oleh Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. Dan pacu jalur masuk dalam nominasi tersebut.
Tidak hanya itu, pada tahun 2018, tradisi unik Perahu Baganduang dari Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi juga masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.
Masuknya Perahu Baganduang sebagai nominasi, merupakan nominasi yang kedua diraih oleh jenis pariwisata yang ada di Kabupaten Kuansing.
Pada tahun 2018 ini Perahu Baganduang yang masuk dalam nominasi API Award 2018 dalam kategori Atraksi Budaya Terpopuler.--hen.