BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya memaksimalkan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk menekan laju pertumbuhan. Sebab dalam beberapa tahun terakhir program KKBPK di Indoneisa belum maksimal, termasuk di provinsi Riau.
Menurut Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman, program Keluar Berencana (KB) sangat bagus untuk menekan pertumbuhan penduduk. Dan tingkat kelahiran bisa diatur dan kematian bayi bisa dikurangi.
"Sehingga dapat mencapai Sumber Daya Manusua sebagaimana diharapkan pemerintah," ujarnya pria yang akrab disapa Andi itu dalam rapat kerja daerah program KKBPK di Pekanbaru.
Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Riau, Indrawan, mengaku bahwa program KKBPK belum maksimal. Hal ini bisa diliat dari hasil sensus penduduk bahwa laju pertumbuhan penduduk masih tinggi.
"Meski laju pertumbuhan penduduk di Riau diatas nasional, namun umumnya karena migrasi, bukan kelahiran," katanya, sambil menambahkan, pihaknya akan bekerja secara maksimal dengan semangat tinggi agar angka total fertilitasi dapat ditekan.
TSR