Gapki Riau Sumbang 611.250 Masker ke Satgas Covid-19, Diserahkan Bertahap


Ahad, 18 Oktober 2020 - 23:20:20 WIB
Gapki Riau Sumbang 611.250 Masker ke Satgas Covid-19, Diserahkan Bertahap Penyerahan masker bantuan Gapki Riau kepada Satgas Covid-19 Riau. F: Istimewa

RIAUIN.COM - Sebanyak 611.250 masker diserahkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau ke Satgas Penganggulangan Covid-19. Bantuan masker ini bertujuan untuk membantu percepatan penanggulangan covid-19 di Riau.

Penyerahan kepada Kepala Satgas Penganggulangan Covid-19 yang juga Gubernur Riau Syamsuar, Kamis (8/10/20), yang berlangsung di Gedung Daerah Riau. Bantuan masker ini bertujuan untuk membantu percepatan penanggulangan covid-19 di Riau.

Penyerahan bantuan masker tersebut diserahkan langsung oleh Plt Ketua Gapki Riau Lichwan Hartono. Turut menyaksikan Kadisbun Riau Zulfadli dan Dewan Pembina Gapki, Wisnu Oryza Suharto, Sekretaris Gapki, Firmansyah dan pengurus lainnya.

Menurut Lichwan, bantuan tersebut merupakan partisipasi pengusaha kelapa sawit yang tergabung dalam organisasi Gapki Riau dalam penanganan pencegahan Covid-19. Namun bantuan itu diserahkan secara bertahap.

"Total sebanyak 611.250 yang akan kita serahkan secara bertahap. Untuk saat ini kita serahkan sebanyak 153.650 masker," bebernya.

Disebutkan, dirinya melihat Gubri Syamsuar sangat serius memperhatikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Riau. Oleh sebab itu, Gapki Riau terus bersinergi dengan Disbun Riau membantu sedikit meringankan persoalan Covid-19 di Riau. Saat ini terdapat 61 perusahaan yang sudah bergabung di Gapki Riau.

Langkah ini tentu mendapatkan apresiasi Gubernur Riau, Syamsuar. Dimana Ia menilai Gapki Riau sangat peduli dengan kondisi yang dihadapi masyarakat Riau, terkait persoalan pandemic Covid-19. Ia juga mengajak agar masyarakat berpartisipasi dengan selalu menggunakan masker.

"Kita belum tahu kapan pademi Covid-19 ini berakhir. Untuk itu, kita terus memaksimalkan dalam hal penanganan covid-19 ini. Salah satunya yakni mempersiapkan Perda terkait sanksi untuk penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan oleh petugas di lapangan," bebernya.

Hingga saat ini, menurut mantan Bupati Siak itu perkembangan Covid-19 cenderung naik bahkan menjadikan Riau masuk zona merah. Meski begitu banyak masyarakat yang belum mengerti terkait virus corona.

" Untuk itu, kita terus menyosialisasikan masalah bahaya Covid-19," terangnya.

Ia juga mewanti-wanti jangan sampai terdapat klaster penularan di sebuah perusahaan. Lantaran Riau memiliki 300 lebih perusahaan perkebunan.

"Untuk target 1 juta masker yang diberikan oleh sector perkebunan kita harapkan tercapai. Karena saya rasa untuk mengumpulkan 1 juta masker tidak terlalu sulit. Yang penting ada kemauan dan perjuangan untuk membantu sesama. - gha/rls