Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan saat memberikan kuliah umum. RIAUIN.COM - Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan memberikan kuliah umum di 3 kampus di Provinsi Riau, Rabu (14/10/2020). Sejumlah topik disampaikan terkait pentingnya pertahanan nasional, aksi nyata bela negara dan wawasan kebangsaan.
Adapun 3 kampus tersebut adalah Universitas Islam Riau (UIR), Stikes/Stmik Hangtuah Pekanbaru dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau yang digelar secara daring di masing-masing kampus.
Dari 3 kampus tersebut, UIR dan Stikes/Stmik Hangtuah, Danrem memberikan materi sama, yaitu terkait pentingnya ketahanan nasional dan aksi nyata bela negara yang juga berkaitan dengan penanganan Covid 19. Kemudian, menghadapi Pilkada serentak 2020 mendatang yang bisa menjadi pedoman bagi mahasiswa ke depan.
Menurut Danrem, isu Covid-19 dan Pilkada sama-sama harus ditangani dengan baik, jika tidak bisa akan menjadi ancaman bagi ketahanan negara maupun masyarakat. Sebab itu, mahasiswa harus tahu dan memahami hal-hal tersebut.
"Wabah Covid-19 juga merupakan salah satu ancaman negara dari beberapa kategori ancaman lainya. Yaitu termasuk pada kategori ancaman non militer atau aktual. Begitu juga penyelenggaraan Pilkada yang harus sukses, karena Pilkada bagian dari sistim demokrasi dalam menggunakan hak pilih," katanya.
Putra asli Bumi Lancang Kuning ini menyebutkan, terkait aksi nyata bela negara pada masa pandemi Covid-19 dan Pilkada merupakan tantangan untuk menunjukan kecintaan mahasiswa maupun masyarakat terhadap negara. Dimana aksi nyata bela negara pada pandemi Covid-19 ini, yaitu terkait penegakan protokol kesehatan dengan disiplin mencuci tangan, menggunakan masker dan mejaga jarak (3 M) yang merupakan kunci mengantisipasi dan mencegah penularan Covid-19.
"Sedangkan untuk aksi nyata bela negara di Pilkada, adek-adek mahasiswa bisa mengatasi atau jangan lakukan kampanye hitam atau saling menjelekan dan menyebar hoax. Jika semua itu bisa dilaksanakan maka adek- adek sudah menunjukan mencintai negara," ujarnya.
Intinya, aksi nyata bela negara bagaimana mencintai negara, menyiapkan generasi penerus bangsa menyongsong dunia digital, tidak gampang terprovokasi, baik akhlaknya dan mampu membantu pemerintah mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia maju.
Sementara di kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau, Jenderal Bintang Satu ini memberikan materi terkait wawasan kebangsaan. Dimana wawasan kebangsaan ini adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam rangka mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa dan kesadaran terhadap sistim nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, NKRI Bhineka Tunggal Ika guna memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan negara demi mencapai masyarakat adil dan makmur.
"Membangun wawasan kebangsaan ini juga ada beberapa cara, diantaranya kepada generasi bangsa dengan menciptakan ikatan yang kokoh, saling bantu antara sesama komponen bangsa, tidak membangun primodialisme dan eksklusif serta lain sebagainya," jelas Danrem.
Revalitasi wawasan kebangsaan ini, tambah Danrem, juga ada beberapa bagian yaitu bisa dimaknai menghidupkan kembali "ruh" wawasan kebangsaan dalam kondisi masyarakat dewasa yang diwarnai oleh arus globalisasi dan modernisasi, pembentukan karakter bangsa sebagai alat untuk tumbuhan wawasan bangsa dan beberapa hal lainya.
"Jadi wawasan bangsa ini merupakan hal penting yang juga harus diketahui oleh adek-adek mahasiswa. Karena upaya membangunkan wawasan bangsa harus diberikan pada setiap anak bangsa dan generasi penerus," tutur Danrem.--mcr/nal.