Gubri Syamsuar saat melakukan panen raya padi di salah satu daerah di Riau. RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ingin meningkatkan produksi pangan di Bumi Lancang Kuning, terutama produksi padi. Hal itu bisa dicapai apabila kelompok tani mampu melakukan dua kali musim tanam dalam setahun.
Demikian disampaikan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat memberikan pengarahan kepada jajaran Dinas Pangan, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Riau, Selasa (6/10/2020).
Namun, kata Syamsuar, untuk mewujudkan hal itu butuh kerja keras dan kerjasama antara pemerintah dan petani.
"Harus diwujudkan musim tanam 2 kali setahun. Ini butuh kerja keras. Yakin saya kalau kita kerjasama dengan petani, Insya Allah apa yang kita cita-citakan meningkatkan produksi padi ini bisa terlaksana," katanya.
Sebab menurut Gubri, pihaknya punya mimpi bagaimana Riau ini bisa swasembeda pangan, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan di Provinsi Riau.
"Atau minimal kita tak banyak impor dari daerah lain. Karena saat ini kita baru mampu memenuhi kebutuhan pangan baru 35 persen. Artinya 65 persen kita masih bergantung ke daerah lain," bebernya.
"Kalau kita bisa memenuhi kebutuhan pangan, kalau ada lebih kita bisa pasarkan ke daerah luar. Selama ini kita impor besar dari Sumbar, Sumut dan Palembang. Parahnya beras ramos dari Medan itu padinya dari Rohil dan Siak, dikemas jadi beras ramos. Jadi kita makan beras dari padi kita juga," sebutnya.
Untuk itu, Gubri meminta kepada punyuluh pertanian Riau dapat mengajak masyarakat cerdas, dengan cara membimbing petani dan membantu mencari pasarnya. "Kalau ini bisa kita lakukan Insya Allah sejahtera petani kita," pungkasnya.--mcr/nal.