Tes Sepeda Motor Listrik, Syamsuar: Hemat dan Ramah Lingkungan


Kamis, 01 Oktober 2020 - 18:05:39 WIB
Tes Sepeda Motor Listrik, Syamsuar: Hemat dan Ramah Lingkungan Gubri Syamsuar tes sepeda motor berbahan bakar listrik.

RIAUIN.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyempatkan diri untuk melakukan uji coba (tes) sepeda motor listrik merk Gesits di sekitar kediaman Rumah Dinas Gubri, Kamis (01/10/2020).

Sepeda motor tersebut merupakan produk dari Wika Industri Manufaktur yang memproduksi sepeda motor listrik baru. Adapun Riau menjadi provinsi kedua di Sumatera untuk peluncuran produk itu.

Gubri menyebutkan, salah satu keunggulan Gesits merupakan sepeda motor yang ramah lingkungan, menggunakan baterai dan listrik serta tidak memiliki suara yang kencang sehingga sejalan dengan visi Riau Hijau.

"Riau dikenal dengan program Riau hijau, setidaknya ini (motor Gesits, red) bagian dari itu," katanya, usai uji coba sepeda motor listrik Gesits pada pertemuan dengan WIKA Industri di Kediaman Gubri, guna membahas sepeda motor listrik.

Syamsuar menerangkan, sesuai dengan namanya, Gesits memiliki kecepatan yang cukup kencang berbeda dengan sepeda motor bisanya. Untuk itu, ia berpesan jika nanti melakukan uji coba harus berhati-hati.

Menurutnya, sepeda motor listrik produk anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) ini sebagian besar komponen yang ada, telah mencerminkan produk asli Indonesia.

"Kalau masyarakat banyak tahu, nantinya akan berminat untuk menggunakan Gesits karena hemat dan tidak memerlukan BBM, ganti oli dan ganti busi," terangnya.

Gubri mengungkapkan, hal tersebut merupakan tindakan penghematan. Dirinya sendiri menyambut baik atas produk ini, karena Gesits sebagai produk dalam negeri merupakan kebanggaan Indonesia.

"Mudah-mudahan banyak pecintanya di Riau. Karena motor ini hemat dan juga ramah lingkungan," ujarnya.

Gubri menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau dan PLN akan menyukseskan sepeda listrik hemat energi untuk efisien energi. Ia juga berharap, produk ini menarik di mata masyarakat.

"Pengguna motor cukup tinggi di Riau, semoga bisa diterima masyarakat," tutupnya.--mcr/nal.