Najib Razak RIAUIN.COM - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak divonis hukuman 12 tahun penjara dalam kasus korupsi 1MDB.
Dilansir dari BBC, Selasa (28/7/2020), Najib mengaku tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran kepercayaan kriminal, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Ini Fakta-fakta perkara korupsi 1MBD:
1. Korupsi Global
Kasus yang menjerat Najib dipandang sebagai ujian bagi upaya anti-rasuah di Malaysia. Skandal 1MDB telah mengungkap jaringan penipuan dan korupsi global.
Kasus tersebut juga mengejutkan kancah perpolitikan Malaysia yang mengarah kepada penggulingan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu ( UMNO) yang telah berkuasa di Malaysia selama 61 tahun.
2. Dana 1MDB
1MDB adalah dana pemerintah yang diluncurkan pada 2009 dengan bantuan pemodal Malaysia Low Taek Jho, untuk membangun perekonomian "Negeri Jiran".
Low memiliki kedekatan dengan Najib Razak, tapi dia tidak punya posisi resmi di 1MDB. Ia membantu menyusun perencanaan dana dan membuat kebijakan-kebijakan penting.
1MDB rencananya akan mendanai pembangunan pembangkit listrik dan aset-aset energi lainnya di Malaysia dan Timur Tengah, termasuk pembangunan real estate di Kuala Lumpur.
3. Skandal Terungkap
Kecurigaan muncul pada 2014, saat terungkap 1MDB memiliki utang sebesar 11 miliar dollar AS (Rp160 triliun).
Skandal ini pertama kali terungkap dari laporan media Sarawak Report, dan semakin mencuat kala diberitakan The Wall Street Journal pada 2015. Dalam pemberitaannya, The Wall Street Journal menyebut Najib Razak setidaknya menerima 681 juta dollar AS (Rp 9,9 triliun) ke rekening pribadinya.
4. Bagaimana Miliaran Dollar Bisa Hilang?
1MDB mendapatkan dana miliaran dollar AS dalam bentuk obligasi, untuk digunakan dalam proyek investasi dan usaha bersama antara 2009-2013.
Departemen Kehakiman AS mengatakan, 4,5 miliar dollar AS (Rp65,5 triliun) dialihkan ke rekening perusahaan-perusahaan yang banyak terkait dengan Low.
Dana-dana yang diselewengkan itu digunakan membeli aset mewah untuk Low dan rekan-rekannya, termasuk jet pribadi, kapal superyacht, hotel, dan lukisan karya Picasso serta Monet, demikian keterangan dari penuntut hukum di AS.
Puluhan juta dollar AS juga dipakai mendanai film-film Hollywood termasuk The Wolf of Wall Street (2013), yang diproduksi Red Granite dan dibintangi Leonardi DiCaprio. Red Granite didirikan bersama, salah satunya oleh anak tiri Najib, Riza Aziz.
Namun tuduhan kepada Riza dicabut pada Mei, usai dia mengembalikan sejumlah aset ke Malaysia. Sebulan kemudian dakwaan korupsi dan pencucian uang kepada sekutu Najib, Musa Aman, juga dicabut.
5. Najib Razak Terima Rp14,5 Triliun
Pihak berwenang mengatakan, Najib Razak secara ilegal menerima lebih dari 1 miliar dollar AS (Rp14,5 triliun), yang setelah ditelusuri terkait dengan 1MDB. Najib yang kalah di pemilu Malaysia 2018 karena kemarahan publik atas skandal itu, mengaku tak bersalah atas 42 tuduhan pidana atas kerugian di 1MDB dan aset-aset negara lainnya.
Pengacara membela Najib dengan berujar, eks PM Malaysia itu ditipu oleh Low dan dana di rekening Najib adalah sumbangan dari keluarga kerajaan Arab Saudi.
6. Enam Negara Ikut Menyelidiki
Setidaknya ada 6 negara yang melakukan penyelidikan kasus ini, termasuk Singapura dan Swiss. Mereka menyelidiki pencucian uang, penyelewengan finansial, dan investigasi kriminal lainnya.
Departemen Kehakiman AS pada November berhasil mencapai kesepakatan untuk memperoleh kembali 1 miliar dollar AS, dari penjualan aset yang disita terkait dengan Low.
Itu adalah rekor terbesar dalam penyelidikan anti-korupsi di AS. Malaysia juga menuduh Goldman Sachs menipu investor atas tiga penjualan obligasi senilai 6,5 miliar dollar AS (Rp94,5 triliun), untuk pengumpulan dana yang dibantu bank AS.
Goldman mengaku tidak bersalah, dan terus membantah segala tuduhan yang diarahkan kepadanya. Pekan ini Goldman setuju menyelesaikan perselisihan senilai 3,9 miliar dollar AS (Rp56,7 triliun) dengan Malaysia, yang akan membatalkan semua tuntutan pidana terhadap bank.
7. Di mana Low sekarang?
Low yang didakwa di Malaysia dan AS atas peran kuncinya dalam kasus ini, membantah melakukan kesalahan. Keberadaannya sampai sekarang tidak diketahui, tapi pihak berwenang percaya dia mungkin bersembunyi di China. - fbh