UAS: Nabi Ibrahim AS Teladan Melawan Pandemi Covid-19


Jumat, 24 Juli 2020 - 12:20:48 WIB
UAS: Nabi Ibrahim AS Teladan Melawan Pandemi Covid-19 Ustad Abdul Somad ketika memberi tausiah di Kantor BRI dan BRK Riau

RIAUIN.COM-  Membuka hari baik, Jumat (24/7/2020), Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU) hadir di Kanwil Bank BRI Pekanbaru untuk mensosialisasikan program-programnya. 

Dari aula di lantai 9 menara Bank BRI Jalan Sudirman Pekanbaru, tampak sekitar seratusan karyawan bank terbesar di Indonesia itu mendapat tausiyah dari Ustadz Abdul Somad (UAS), duduk berjarak menggunakan masker, sesuai dengan protokol keaehatan yang ditetapkan pemerintah. Hebatnya, tidak semua jemaah beragama Islam, ada beberapa saudara non muslim.

Dalam tausiyahnya UAS mengungkapkan bahwa wujud rasa syukur terhadap Allah adalah dengan Shalat Idul Adha dan berkurban. Inilah pesan dari surat al Kautsar.

"Hidup ini singkat tetapi risikonya lama. Balasan setelah wafat sampai selesai urusan akhirat, sangat panjang perjalannya. Maka sepanjang hidup, jagalah shalat. Shalat fardhu dan sunnahnya. Jangan lalai, apalagi meninggalkan shalat, karena shalat itu menjadi nutrisi yang menjadikan hati tenang," ungkap UAS mengingatkan.

Sementara itu,  Ketua Yayasan YTWU Alnof Dinar Lc menyampaikan, bahwa yayasan yang baru didirikan kurang dari 2 bulan ini, telah menjalankan  program orang tua asuh. 

"Sudah 2 anak yang  disupport yayasan masuk pesantren, Anak bernama Muhammad Rahman, hafidz 16 juzz di pesantren Tahfiz Al Quran Hadits Internasional di Jalan Hunter Marpoyan Pekanbaru dan satu anak lagi Ahmad Syukri hafidz 5 juzz di Pesantren al Khoir di Tenayan Raya" ungkap Alnof. 

Setelah menyelesaikan sosialisasi di Kanwil Bank BRI, UAS dan rombongan YTWU melanjutkan tausiyah dan sosialisasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Dalam kondisi pandemi Covid-19 Kadis Kesehatan Riau, Dra Hj  Mimi Nazir meminta UAS menyadarkan umat akan pentingnya melawan Covid-19 dengan menerapkan pola hidup sehat. 

"Kami berharap melalui ceramah dan tausiyah UAS, masyarakat paham dan sadar akan kesehatan, apalagi ditengah pandemi ini" harap Mimi membuka acara. 

Dihadapan kadis, pejabat eselon dan staff Dinas Kesehatan, UAS menyampaikan hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim adalah nabi yang rasional. Menghadapi covid harus dengan rasional. Perilaku jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan adalah perilaku  rasional yang mesti diterapkan.

"Ibrahim diambil dari kata Abu Rahim yg artinya bapak yang sayang kepada anak. Cara menyayangi anak tak harus dicium peluk. Justru ungkapan rasa sayang saat pandemi ini dengan tidak pulang ke rumah, itu yang dialami dokter petugas covid. Maka, dokter, suster, petugas gugus tugas mereka pulangnya tak ke rumah, tapi ke hotel untuk dikarantina, itu juga bagian dari Abu Rohim," ungkap UAS.

Pelajaran ketiga yang bisa diambil dari Nabi Ibrahim AS adalah Nabiyullah itu tak pernah berhenti berdoa. Sampai usia 86 tahun Nabi Ibrahim berdoa 'Rabbii Hablii Minassolihin', berikanlah aku anak yang saleh. 
"Allah akhirnya mengabulkan doa Ibrahim, walaupun harus lebih dulu membuka cabang," kata UAS disambut tawa pegawai Diskes. 

Seperti biasa, setelah tausiyah, Ketua YTWU Ust Alnof Dinar Lc memaparkan program-program yayasan, sekaligus menyampaikan beberapa capaian dari program YTWU walaupun yayasan ini baru berusia 2 bulan.
Majlis ditutup dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan doa. -rls/vie