Syamsuar. RIAUIN.COM - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengatakan, tantangan dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Riau adalah cepat dan masifnya penyebaran dari berbagai klaster. Sementara, kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dinilai masih kurang.
"Dalam penularannya ada terdapat klaster-klaster dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan," kata Syamsuar saat audiensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (21/07/2020).
Sehingga pemerintah harus lebih mensosialisasikan lagi kemasyarakat terhadap pentingnya mematuhi protokol kesehatan, selain itu ketidak jujuran masyarakat yang masuk ke daerah Riau dari zona merah.
"Selain tidak mematuhi protokol kesehatan, yang berpengaruh terhadap penyebaran yaitu ketidak jujuran masyarakat yang datang dari daerah zona merah," kata Syamsuar.
Adapun usaha Pemprov Riau yaitu membentuk diklat-diklat untuk mengantisipasi selain itu dalam memutuskan rantai penularan tentunya butuh peran dan kerja sama semua pihak sehingga penularan bisa diatasi.
Sementara itu, update per hari Selasa (21/07) terdapat penambahan 23 kasus positif Corona (Covid-19) di Provinsi Riau. Ke-23 kasus itu, 11 dari Kabupaten Siak, 4 Kota Dumai, 3 Pekanbaru, 3 Kampar, 1 Rohil dan 1 Inhil. Kabar baiknya, terdapat penambahan 2 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Masing
-masing 1 dari Pekanbaru dan 1 Dumai.
"Sehingga, total positif Covid-19 di Riau menjadi 310 kasus, dengan rincian 67 dirawat, 232 sehat dan 11 meninggal dunia," ujar Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi saat jumpa pers di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Selasa (21/7/2020).--mcr/nal