Hendry Munief. RIAUIN.COM - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau Hendry Munief mengatakan, rencana Partai Demokrat dan PKS untuk berkoalisi di Pilkada Siak sudah final. Kedua partai sepakat mengusung kader terbaik mereka untuk menantang calon petahana dan calon dari Partai Golkar di Pilkada Siak.
"Ya betul, Partai Demokrat dan PKS sudah sepakat untuk berkoalisi di Pilkada Siak. Insya Allah, dalam minggu ini SK dukungan dari DPP PKS akan keluar. Kader perempuan kita Reni Nurita akan mendampingi kader Demokrat Sayed Abubakar Assegaf," kata Hendry kepada Riauin.com, Senin (13/7/2020).
Sayed Abubakar Assegaf (SAA) atau biasa dipanggil Ibek menyampaikan hal yang sama. Ibek juga sudah berkoordinasi dengan DPP Demokrat terkait kesepakatan PKS untuk berkoalisi di Pilkada Siak.
"Insya Allah, dalam minggu ini juga SK dukungan dari Demokrat juga keluar," kata Ibek yang juga Ketua Dewan Kehormatan Daerah Partai Demokrat ini menjawab Riauin.com, Senin (13/7/2020).
Dikatakannya, dengan berkoalisinya Demokrat dan PKS, maka pasangan calon SAA-Reni Nurita sudah memenuhi syarat minimal untuk mendaftar ke KPU. Pasalnya, Demokrat dan PKS sama-sama mengantongi 4 kursi di DPRD Siak.
"Ya, 8 kursi sudah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU. Tapi kita tetap membuka peluang kepada partai politik lainnya untuk bergabung, agar pasangan calon ini semakin kuat," jelasnya.
Seperti diberitakan, calon petahana Alfedri-Husni Mirza sudah duluan mendapatkan dukungan dari PAN (7 kursi), PKB (3), Nasdem (2) dan PPP (2). Sehingga, pasangan ini mengantongi 14 kursi untuk maju di Pilkada.
Sementara, pasangan calon Said Arif Fadillah-Sujarwo yang diusung Partai Golkar mengantongi 8 kursi di DPRD Siak.
Sampai saat ini, tinggal PDIP (4 kursi), Gerindra (4), dan Hanura (2) yang belum menyatakan sikap. Apakah ketiga partai ini akan membentuk koalisi baru atau bergabung dengan pasangan calon yang sudah diusung partai politik? Menarik disimak perkembangan Pilkada Siak ini.--nal