Kawasan Hutan Rimbang Baling Kampar Diusulkan jadi Taman Nasional


Ahad, 21 Juni 2020 - 18:36:31 WIB
Kawasan Hutan Rimbang Baling Kampar Diusulkan jadi Taman Nasional Gubri Syamsuar saat berada di kawasan hutan Rimbang Baling bersama Kepala BBKSDA Riau Suharyono./foto:mcr.

PEKANBARU, RiauIN.com - Kepala Badan Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Suharyono menginginkan kawasan hutan Rimbang Baling yang berada di Kampar Kiri Hulu menjadi Taman Nasional di Provinsi Riau.

"Kami dari BBKSDA Riau sedang giat-giatnya mengembangkan wisata alam yang ada di Kampar Kiri Hulu menjadi next national park," kata Suharyono dihadapan Gubri Syamsuar, 
saat mengunjungi Wisata Alam Buluh Cina di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Sabtu (20/6/2020).

Suharyono ingin menjadikan Rimbang Baling sebagai taman nasional sudah mendapat inisiasi dari masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar.

Ia mengatakan, alasan memilih Rimbang Baling sebagai taman nasional diantaranya, akses masyarakat lebih bagus terhadap kondisi kawasan hutan. kemudian, pengembangan wisata akan lebih bagus.

"Alhamdulillah tahun lalu Rimbang Baling terpilih menjadi kawasan paling favorit di Provinsi Riau," ujarnya.

Selain itu, sambung Suharyono, BBKSDA Riau juga akan membuat pusat konservasi Harimau Sumatera yang belum ada di Indonesia.

"Insya Allah, di Kabupaten Siak akan dibangun pusat konservasi Harimau Sumatera yang akan menjadikan pusat kegiatan terkait konservasi alam Sumatera yang belum ada selama ini di Indonesia," tuturnya.

Gubri Syamsuar mendukung upaya BBKSDA itu. Dia berjanji akan berupaya menyampaikan kepada pemerintah pusat agar Rimbang Baling menjadi kawasan Taman Nasional.

"Intinya, kita mendukung apa yang disampaikan ini. Nanti akan diteruskan ke pusat. Mudah-mudahan direstui," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Syamsuar mengajak seluruh warga Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk selalau mematuhi protokol kesehatan.

"New normal bukan berarti kita kembali bebas kekehidupan yang seperti dulu. Namun, dengan kehidupan normal baru ini kita lebih waspada dengan kesehatan dalam melakukan kehidupan sehari-hari yaitunya tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Salah satu langkah antisipasi yang di yakini dapat menjaga diri dari penularan virus tersebut lanjut Gubri, adalah dengan memakai masker.

"70 persen risiko tertular bisa kita hindari dengan cara selalu memakai masker bila keluar rumah," lanjutnya.

Selama World Health Organization (WHO) belum bisa menentukan kapan pandemi ini berakhir, maka selama itu juga protokol kesehatan harus dijalankan dalam kehidupan.

"Saat ini vaksin untuk penyembuhan Covid-19 belum ada yang bisa menemukan. Maka dari itu kita harus bisa melindungi diri selama pandemi yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.(mcr/nal)