Indonesia Jadi Tamu Kehormatan dalam Pameran Kopi Seoul


Sabtu, 15 April 2017 - 09:00:19 WIB
Indonesia Jadi Tamu Kehormatan dalam Pameran Kopi Seoul
 JAKARTA, Riauin.com -- Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Seoul Coffee Expo 2017 alias Pameran Kopi Seoul yang berlangsung pada 6-9 April lalu di Convention & Exhibition Center (COEX), Seoul, Korea Selatan. Dalam pameran itu, Paviliun Indonesia yang memiliki luas 90 m2 ditempatkan pada lokasi startegis dan mendapat peliputan utama dari media setempat. Adapun varian kopi unggulan asal Indonesia yang ditampilkan antara lain kopi luwak, kopi Toraja, kopi Flores dan kopi Gayo.

Sebagai Guest of Country, Indonesia tidak hanya memamerkan produk kopi, namun juga menyelenggarakan seminar tentang kopi. Selain itu, diadakan pula coffee cupping alias sesi khusus yang disediakan bagi pengunjung pameran untuk merasakan beragam kopi khas Indonesia.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda mengatakan, ekspor kopi Indonesia tumbuh positif dalam lima tahun terakhir. “Pada 2012-2016 pertumbuhan ekspor kopi meningkat sebesar 14,39 persen," ujarnya, lewat keterangan resmi yang diterima wartawan, Jumat (14/4).

Pemerintah mencatat nilai impor kopi Korsel dari dunia pada 2016 sebesar 562,77 juta dolar AS. Arlinda menyebut, peluang pasar produk kopi asal Indonesia di Korsel masih cukup besar. Apalagi, kebiasaan minum kopi juga telah menjadi tren di kalangan generasi muda Korea sehingga banyak kedai kopi baru yang bermunculan. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia.

"Kita perlu lebih meningkatkan citra rasa kopi dan keunikan khas yang tidak dimiliki negara lain kepada masyarakat Korsel," kata Arlinda.

Seoul Coffee Expo merupakan pameran internasional yang dimulai sejak tahun 2012 dengan menampilkan produk kopi premium, bahan baku kopi, peralatan pembuat kopi hingga mesin hingga usaha franchise kedai kopi. Tahun ini, pameran tersebut dikuti oleh 250 perusahaan dari berbagai negara, antara lain Brasil, Kolombia, AS, Italia, Ghana, Kenya, India, dan Korsel.

Paviliun Indonesia pada pameran tahun ini terlaksana atas kerja sama Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Busan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan. Selama pameran tercatat transaksi potensial sebesar 270.000 dolar AS.(rol)