Pergi ke Swalayan Berdua Bersama Ajudan, PSBB Pekanbaru

Saat Berbelanja, Walikota Pantau Protokoler Covid-19 di Pekanbaru


Senin, 25 Mei 2020 - 21:08:27 WIB
Saat Berbelanja, Walikota Pantau Protokoler Covid-19 di Pekanbaru Seorang petugas mengecek suhu tubuh Walikota Pekanbaru sebelum masuk pusat perbelanjaan./ist.
PEKANBARU, RiauIN.com - Ada suasana berbeda dalam perayaan Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, tahun ini. Jika tahun sebelumnya dalam menambut Lebaran setiap kepala daerah menggelar griya atau kerap disebut open house, tahun ini semua pejabat tidak melakukannya.

Hal yang sama juga terjadi oleh Walikota Pekanbaru, H Firdaus ST, MT. Di hari kedua Lebaran  
Walikota memilih pergi meninjau suasana Kota Pekanbaru. Dia melihat langsung kondisi warganya menghadapi lebaran di tengah pandemi Covid-19. 

Sambil berbelanja, Walikota Pekanbaru Firdaus MT juga memantau penerapan protokoler penanganan Covid-19 di sebuah swalayan pada lebaran kedua Idul Fitri.

"Beliau berdua saja ditemani ajudan," kata Kabid PLIKP Diskominfo Kota Pekanbaru Mawardi, di Pekanbaru, Senin (25/5/2020).

Berbeda dengan Lebaran sebelumnya, lanjut dia, momen Idul Fitri 1441 Hijriyah dimanfaatkan Wako tidak melaksanakan gelar griya (open house) bagi warganya, karena sebelumnya dia melarang masyarakat untuk saling berkumpul.

Hal ini guna mempercepat upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Pekanbaru. 

Bahkan sebelumnya Wako sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Walikota tentang Penerapan Idul Fitri 1441 Hijriyah di tengah wabah Covid-19, misalnya melarang mudik, Sahat Id dan open house.

"Sehingga kesempatan libur dimanfaatkan untuk memantau kondisi Kota Pekanbaru saat suasana Lebaran, termasuk pusat perbelanjaan yang boleh beroperasi saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Mawardi.

Kata dia, salah satu swalayan yang sempat dikunjungi dan dimasuki Walikota terletak di Jalan Hang Tuah. Beberapa lokasi juga sempat dikunjungi Walikota dan ajudannya, mereka memantau dari dekat penerapan SE Walikota yang selanjutnya dijadikan  acuan  dan evaluasi untuk dibahas dengan Gugus Tugas Covid-19 dan instansi terkait.

Pantauan di lapangan tampak petugas di swalayan itu mencegat setiap pengunjung yang datang, tak terkecuali Walikota. Petugas keamanan dengan sopan meminta izin untuk memeriksa suhu tubuh orang nomor satu di Kota Bertuah ini.

Tepat di samping pintu masuk swalayan sudah tersedia wastafel tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya dan kertas tisu.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Gugus Tugas Kota Pekanbaru Senin, 25 Mei 2020 mencatat pasien positif 40 orang dengan rincian 31 orang sembuh dan pulang, 5 orang masih dirawat isolasi, 4 orang meninggal dunia.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 507 orang atau bertambah 2 orang, dengan rincian 398 orang sehat dan pulang, 50 orang dirawat, 59 orang meninggal dunia.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 5.132 orang atau bertambah 4 orang, 4.383 orang selesai pemantauan 749 orang masih dalam pemantauan. (adv)