Bantu Warga Terdampak Covid-19

Warga Terusan Kempas Terima Bantuan dari Pemdes, Ini Jenis Bantuannya


Selasa, 12 Mei 2020 - 22:18:51 WIB
Warga Terusan Kempas Terima Bantuan dari Pemdes, Ini Jenis Bantuannya Pemdes Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Inhil, menyerahkan bantuan kepada warga. /superto
INHIL, RiauIN.com - Pemerintahan Desa (Pemdes) Terusan Kempas, Kecamatan Gaung menyalurkan sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga.

Bantuan sembako tersebut bertujuan menjaga ketahanan pangan warga tempatan akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang meresahkan semua daerah.

Kades Terusan Kempas, Agus Sahroni mengatakan sebanyak 175 Kepala Keluarga (KK) menerima semabako, 10 KK menerima BLT bersumber dari Dana Desa (DD) yang akan diserahkan kepada warga tidak mampu.

"Sebanyak 175 orang terima sembako dengan rincian biaya 125 ribu selama 3 bulan per KK," terang Agus usai menyerahkan sembako bersama Camat Gaung, H Nurmansyah dan Kapolsek Gaung, Senin (11/5/2020).

Agus memaparkan, untuk hari ini Pemdes baru menyalurkan bantuan reguler berupa sembako, terhitung dari bulan April dan Mei. Bantuan ini akan disalurkan selama 3 bulan. Untuk bulan terakhir atau bulan ke 3 akan diserahkan pertengahan bulan Juni mendatang.

Dikatakan Agus, untuk penyerahan bantuan BLT pihak desa menunggu intruksi dinas terkait agar tidak menjadi kesalahan dalam melaksanakan kegiatan di lapangan. Dengan penerima 10 KK rincian Rp600.000 per KK.

"Penyaluran BLT akan menyusul untuk 10 KK Rp600 yang akan diberikan selama 3 bulan," papar Agus.

Agus berharap secepatnya bisa membagikan bantuan uang tunai tersebut. Masyarakat sangat membutuhkan apalagi dalam beberapa minggu kedepan sudah memasuki Hari Raya Idul Fitri.

"Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban warga Desa Terusan Kempas di musim yang luar biasa sulit begini," kata Agus.

Terakhir dia menambahkan, bagi penerima bantuan perluasan sembako tidak akan menerima bantuan lain seperti BLT ataupun bantuan reguler lainya, seperti PKH dan Bansoa lainnya.

"Makanya kita menyeleksi penerima yang betul-betul membutuhkan bantuan, karena anggaran desa terbatas," tutupnya.(spt)