PEKANBARU,- Selasa (4/4/17) kemarin suhu udara di Kota Pekanbaru luar biasa terik. Padahal Riau kini masih dalam musim penghujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, menyatakan panas yang terjadi sejak pagi kemarin mencapai 34,4 derajat Celcius.
"Sejak pagi hari udara Pekanbaru memang terasa sangat panas dan pada pukul 15.00 WIB tadi (kemarin) mencapai panas maksimal 34,4 derajat Celcius," kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Ardhitama, di Pekanbaru, Selasa (4/4/17).
Ia mengatakan kondisi suhu udara tersebut masih belum mencapai puncaknya, karena suhu terpanas yang pernah tercatat di Pekanbaru mencapai 36 derajat Celcius.
"Ini belum kondisi terpanas di Pekanbaru, namun kondisi terasa makin panas karena hari ini sangat sedikit awan akibat ada gangguan di bagian selatan," katanya.
Lebih lanjut Ardhitama menjelaskan, gangguan yang dimaksud adalah terjadi fenomena diatmosfer bagian Selatan Indonesia tepatnya disekitar Bali dan Nusa Tenggara Timur, berupa hembusan angin cukup kencang didaerah tekanan rendah yang menyebabkan awan-awan tersedot kesana.
"Fenomena ini biasa terjadi pada Maret dan April, yakni sangat panas di siang hari dan malamnya nanti hujan," katanya.
Meski suhu udara sangat panas, namun ia mengatakan belum terdeteksi titik panas yang mengindikasikan ada kebakaran lahan di Provinsi Riau. "Riau nihil titik panas," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga Pekanbaru merasakan panas sangat terasa sejak pagi hari cukup mengganggu aktivitas.
"Terik banget di luar. Di dalam kantor malah gerah. Luar biasa panasnya Pekanbaru," kata seorang karyawati di Jalan Soekarno Hatta, Lira Ani.
Warga lainnya, Novi, mengatakan panasnya udara membuat malas ke luar rumah. Di sisi lain, berdiam diri di rumah juga harus kipas-kipas. "Panas dan gerah ini," singkatnya. (src)