Berpolemik, CEO Ruangguru Milih Mundur dari Stafsus Jokowi


Selasa, 21 April 2020 - 18:56:21 WIB
Berpolemik, CEO Ruangguru Milih Mundur dari Stafsus Jokowi Adamas Belva Syah Devara (berdiri, kiri). /net
JAKARTA, RiauIN.com ‐ Staf Khusus Presiden, Adamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, Selasa (21/4). Informasi tersebut mulanya disampaikan Belva melalui akun instagram pribadinya, @belvadevara.

Belva yang juga CEO ruangguru tersebut mengaku telah membuat surat pengunduran dirinya sejak 15 April 2020, dan disampaikan kepada Jokowi dua hari kemudian.

"Telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020.

Dalam unggahan mengenai pengunduran dirinya tersebut, Belva juga merespons polemik soal keterkaitan usahanya sebagai mitra kerja dalam program Jokowi, Kartu Prakerja.

"Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan," tegas Belva.

Namun demikian, Belva menegaskan, keputusan dirinya untuk mundur dari stafsus Jokowi guna menghindari persepsi publik mengenai program tersebut dan keterlibatannya sebagai stafsus Jokowi.

Belva menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan kesempatan sebagai stafsus.

"Dengan ini, saya juga ingin menjelaskan bahwa saya tidak dapat merespons pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena saya ingin fokus dalam menyelesaikan hal ini terlebih dahulu," ujar Belva.

Kartu Prakerja diketahui menuai kritik karena pelibatan sejumlah platform digital dalam pelaksanaannya.

Dilansir dari VIVAnews, kritik soal pelibatan platform digital sebelumnya disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay. Ia menyoroti lembaga pelatihan yang digandeng pemerintah dalam program kartu Prakerja.

Ia meminta pemerintah menerangkan alasan-alasan pemilihan sebuah lembaga untuk dilibatkan dalam menyediakan pelatihan di program kartu prakerja. Menurutnya, keterangan dari pemerintah itu dibutuhkan agar program kartu prakerja dapat berjalan sukses.

Seperti diketahui, salah satu platform yang dilibatkan dalam prakerja merupakan start up yang juga milik Adamas Belva Syah, yang juga merupakan staf khusus Jokowi.(gha)