PEKANBARU, RiauIN.com - Kendati pandemi Covid-19 terus menghantui masyarakat, namun masyarakat di Kecamatan Tampan Pekanbaru masih saja banyak yang keluar rumah.
Aktivitas sehari-hari di sekitar Panam tetap ramai seperti hari biasa. Bahkan pada malam hari terlihat lebih ramai lagi, jalanan HR Soebrantas dan sekitarnya terlihat banyak yang lalu lalang.
Padahal Camat Tampan Liswarti mengaku sudah kerap mengimbau masyarakat Tampan agar tetap berada di rumah selama pandemi Covid-19. Ia berulang kali melakukan imbauan bersama Kapolsek dan Danramil.
"Sekarang sudah ada aparat gabungan juga melakukan razia terhadap pengendara yang tidak memakai masker. Mereka juga membentuk RW Siaga Covid-19 guna mengoptimalkan pencegahan," kata Liswarti, Senin (20/4/2020).
Dikatakan, ada 251 personel gabungan menyebar di Kecamatan Tampan. Mereka mengawasi masyarakat yang masih saja beraktivitas di luar rumah.
"Selama PSBB diterapkan di Pekanbaru, maka kami ingin masyarakat tetap saja di rumah. Kalau harus betul-betul keluar rumah karena sesuatu yang penting maka ikuti aturan PSBB. Misalnya wajib mengenakan masker, dan aturan berkendara lainnya," kata Camat yang berjilbab ini.
Liswarti juga mengingatkan agar RW dan RT bisa mengimbau masyarakat untuk sementara tidak beribadah di masjid atau mushala. Ia melihat saat ini aktivitas di masjid dan mushala masih terlihat.
"Kami ingatkan RT dan RW untuk imbau warga tidak beribadah di masjid atau mushala untuk sementara. Kami imbau beribadah di rumah saja dulu," paparnya.
Dia juga mengajak agar masyarakat yang punya gejala Covid-19 untuk segera berobat. Ia mengimbau agar masyarakat juga terbuka dengan riwayat perjalannya
Ia menyayangkan ada masyarakat yang menyembunyikan gejala Covid-19. Hal itu jelas membahayakan orang di sekitarnya.
Ada kasus di Tampan yang ternyata datang dari luar kota, namun tidak melapor. "Maka kami ingatkan agar terbuka saja, Jangan sampai takut dikucilkan, terbuka saja," ajaknya.
Tampan merupakan daerah yang paling banyak pasien positif Corona di Pekanbaru. Dari 17 positif Corona, 8 diantaranya warga Tampan. (rls/gha)