Kerugian Materil Ditaksir Capai Rp3 miliar

Kebakaran Ruko Tiga Lantai Diduga Korsleting Listrik, Petugas Sempat Kesulitan Gara-gara Ini


Sabtu, 18 April 2020 - 07:09:18 WIB
Kebakaran Ruko Tiga Lantai Diduga Korsleting Listrik, Petugas Sempat Kesulitan Gara-gara Ini Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran milik DPKP Kota Pekanbaru dikerahkan ke lokasi kejadian. (F: ist)
PEKANBARU, Riauin.com - Penyebab kebakaran yang menghanguskan satu ruko tiga lantai yang terletak di kawasan Pasar Pusat diduga karena korsleting listrik. 

"Kebakaran terjadi diduga karena korsleting listrik," Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru Burhan Gurning, Jumat (17/4/2020) malam.

Ruko yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Pekanbaru Kota, sehari-hari adalah toko tekstil yang banyak menyimpan stok bahan kain. Sehingga ketika api muncul dengan cepat melahap isi dalam bangunan.

Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa malang itu. Saat kejadian ruko tidak ada orang di dalamnya, karena sang pemilik Romel Chandra (45) sedang berada di rumahnya di Jalan Bandeng.

Petugas sempat mengalami kesulitan saat hendak memadamkan api. Pasalnya Kondisi ruko dalam keadaan terkunci pintu folding gate, dan ditambah pagar teralis besi. Sehingga semprotan air tidak bisa langsung ke sasaran yang terbakar.

Menurut Susetyo, salah seorang petugas Damkar, hal itu tidak berlangsung lama. Setelah membongkar paksa akhirnya pintu bisa disingkat dan air disemprotkan ke dalam.

Baca Juga:

Kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan berhasil dipadamkan hampir dua jam kemudian. Pihak DPKP Kota Pekanbaru menurunkan lima unit mobil pamadam kebakaran ke lokasi.

Tampak sejumlah aparat kepolisian turun ke lokasi kejadian ikut membantu pengamanan, sehingga usaha pemadaman berjalan lancar.

Kerugian materil yang ditimbulkan dari peristiwa ini diperkirakan sebesar Rp3 miliar.

"Kerugian materil ditaksir lebih kurang Rp3 miliar," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, melalui Kasubag Humas, Ipda Budhia Dianda, kepada wartawan malam tadi.(fbh)