PEKANBARU,Tak hanya biang macet dan merusak pemandangan, keberadaan PKL yang gelar lapak di trotoar dan badan jalan protokol Kota Pekanbaru juga picu penumpukan sampah.
Untuk itu, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru lakukan penertiban, sejak Jumat lalu. Namun, agar tak terulang lagi, personel Satpol PP akan pantau rutin para PKL ini.
"Kita akan terus pantau secara rutin untuk menjaga kawasan-kawasan ini bebas dari PKL," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru, Zulfahmi di Pekanbaru, Sabtu (1/4/17).
Pedagang yang ditertibkan pada Jumat (31/3/17) merupakan pedagang buah serta pakaian yang menjajakan barang dagangan menggunakan kendaraan roda empat. Menjelang petang, Satpol PP telah menyisir Jalan yang digunakan pedagang yang umumnya di depan emperan toko.
Sementara itu para pedagang terlihat menerima instruksi dari satpol PP dan kemudian langsung menyelamatkan barang dagangannya ke mobil pengangkut masing-masing. Meski ada beberapa dari pedagang yang menolak untuk ditertibkan dengan alasan mencari nafkah.
Pada pedagang mengaku barang dagangannya lebih mudah dilihat apabila dijajakan di trotoar atau badan jalan. Akibatnya pada pagi atau sore hari, jalanan menjadi macet karena volume kendaraan meningkat sementara keberadaan pedagang mempersempit badan jalan.
Zul, demikian ia akrab disapa mengatakan penertiban yang dilakukan jajarannya kali ini bersifat peringatan. Petugas hanya sekadar memberitahu terkait larangan berjualan di ruas jalan yang terkenal akan kemacetan pada jam-jam sibuk tersebut.
"Namun upaya tegas akan diterapkan apabila pedagang terbukti melanggar peringatan," ujarnya(src)