PEKANBARU, Riauin.com - Pelaksanaan tes cepat (rapid test) COVID-19 di Provinsi Riau selama enam hari terakhir berjalan sangat lamban. Bahkan, ada daerah yang belum melaksanakan sama sekali meski sudah dikirim alatnya.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir, Rabu (8/4), dikutip dari Antara.
Kata Mimi, data di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, hingga Senin (6/4) sore menunjukkan rapid test telah dilaksanakan terhadap 1.385 orang. Hasilnya 1.376 orang negatif, sedangkan jumlah positif ada sembilan orang. Sembilan hasil rapid test yang positif terdapat di Kota Dumai sebanyak tujuh orang, serta di Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hulu masing-masing satu orang.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau, lanjut Mimi, telah mengirimkan alat rapid test ke dinas kesehatan di 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau sesuai dengan data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang telah dilaporkan.
"Total ada 7.420 alat rapid test yang dikirimkan, namun pelaksanannya baru kepada 1.385 ODP. Ini sangat lamban, harusnya sudah tuntas semua," ujar Mimi.
Sesuai data tersebut, Kabupaten Kepulauan Meranti sama sekali belum melaksanakan rapid test, padahal alat yang sudah dikirimkan 960 unit. Di Kabupaten Siak baru dilaksanakan kepada 25 orang dari 180 alat yang disediakan.
Di Kabupaten Kuantan Singingi juga baru 20 pelaksanaannya dari 120 alat yang disediakan. Begitu juga di Pelalawan baru 48 pelaksanaannya dari 100 alat yang ada. Pelaksanaan rapid test paling tinggi di Pekanbaru pada 545 orang dari 640 alat yang dikirim.
Mimi belum bersedia mengungkapkan kendala dalam pelaksanaan rapid test di Riau. “Tanyakan ke kabupaten kota langsung,†ujarnya singkat.(nal)