SEPERTI kisah ketoprak saja, jaman sekarang kok mati ditusuk keris. Tapi begitulah nasib Manalu, 50, warga Bulungan (Kaltim). Dia tewas ditusuk keris pusaka oleh Kusmin, 42, tetangga sendiri. Masalahnya, Manalu sering mengajak Atikah, 40, bini Kusmin untuk begituan. Meski ditolak, selalu mengajak, sehingga bikin kalap.
Dalam kisah ketoprak Jawa, banyak cerita tentang tokoh masa lalu yang mati ditusuk keris, misalnya: Tunggul Ametung, Ken Arok, Kebo Ijo, Anusapati, dan Tohjaya. Mereka semua jadi korban keris pusaka bikinan Empu Gandring, dalam kisah sejarah Singosari. Tapi ternyata, di jaman millennium sekarang ini, masih ada juga orang yang mengandalkan keris pusaka untuk membunuh orang.
Manusia primitif di abad 21 ini di antaranya Kusmin, warga Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Ketika ribut dengan tetangga gara-gara urusan selangkangan, dia tega menyelesaikannya secara kuno. Bunuh tetangga pakai keris pusaka tinggalan orangtua.
Kisahnya bermula dari penyakit mata keranjang Manalu, tetangga sendiri. Setiap melihat perempuan cantik, pikirannya jadi ngeres melulu, membayangkan yang mboten-mboten. Celakanya, pada istri tetanggga, Atikah, dia tega juga berpikiran yang macam-macam itu. Padahal istrinya, selama ini juga berteman akrab dengan istri Kusmin tersebut.
Terus terang harus diakui, dalam usia kepala empat sekarang, Atikah ini masih prima dalam penampilan. Bodi masih seksi, menggamit rasa merangsang pandang. Asal ketemu bini Kusmin, Manalu jadi gatel mulut untuk menggoda dan merayu. Mulutnya nyerocos, tapi tangan kanannya juga mengisyaratkan dengan jempol yang diselipkan ke dua jari-jemarinya. “Yuuuk, mumpung istriku tak di rumah.†Kata Manalu tanpa malu-malu.
“Ogah! Sudah punya bini kok macem-macem!†sergah Atikah. Tapi Manalu hanya nyengenges saja sambil pergi. Awalnya kekurang-ajaran itu hanya disimpan sendiri dalam hati. Tapi karena Manalu terus ngelunjak, mulai berani pegang-pegang sementara tangan kanannya terus dibentuk dalam posisi ibujari diselipkan ke dua jari jemari, akhirnya dia mengadu pada suaminya, blab la bla…….
Mendengar laporan istrinya, tentu saja Kusmin marah dan cemburu. Sudah pernah kena belum? Berapa kali, dan dimana? Tentu saja Atikah menjawab sama sekali belum pernah kena, karena memang tak pernah mau meladeni. Putaran pertama tidak, putaran kedua apa lagi.
“Kurang ajar, layak dimatiin juga ini orang!†batin Kusmin. Manalu memang kurang ajar. Selama ini dia selalu menghormati lelaki itu, karena dianggap sebagai sesepuh kampung. Eh, didiamkan malah mengajak masuk sarung.
Tekad Kusmin sudah mantap, Manalu harus dilenyapkan. Tanpa saksi di Youtube maupun di Kepulauan Seribu, tindakan lelaki ini sudah pelecehan dan penistaaan bini orang. Maka dia kemudian ambil keris pusaka peninggalan orangtua dulu. Sudah karatan memang, tapi untuk menusuk Manalu, pasti langsung is dead tanpa njaluk banyu.
Benar saja, pas Manalu di pertambakan segera dikejar dan ditusuk dadanya, Tentu saja penggoda bini orang itu tewas di tempat. Kusmin kemudian ditangkap polisi dan ditahan di Polres Bulungan. “Memang belum terjadi, tapi ini kan pelecehan seksual atas bini orang.†Kata Kusmin mencari pembenaran.
Baru digini-gini sudah emosi, apa lagi digono-gono. (jpnn)