Prabumulih Red Zone, Sebelumnya Ucapan Walikota Sempat Viral


Ahad, 05 April 2020 - 19:36:31 WIB
Prabumulih Red Zone, Sebelumnya Ucapan Walikota Sempat Viral Walikota Prabumulih, Ridho Yahya.
PRABUMULIH, Riauin.com - Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, akhirnya dinyatakan sebagai kawasan zona merah (red zone) penyebaran virus Covid-19 transmisi lokal. Sudah empat warga Prabumulih dinyatakan positif Corona.

Sebelumnya nama Prabumulih terkenal di jagad maya menyusul viralnya ucapan Walikota Prabumulih Ridho Yahya yang bersikeras tidak akan meliburkan sekolah dan ASN di tengah merebaknya virus Covid-19.

Dalam video berdurasi 02 menit 08 detik itu Walikota Prabumulih mengatakan adanya penelitian bahwa dengan meliburkan anak sekolah dan pegawai virus corona akan pergi, karena penyakit harus dihadapi.

“Ngapo kito takut ngadepinnyo? Besok kito akan mengumpulkan pegawai untuk berdoa agar Prabumulih terhidar bukan dari Corona bae tapi dari segala penyakit. Yang penting itu minta sama Tuhan, bukan lari dari kenyataan,” ucap Ridha dalam tayangan video wawancara tersebut.

Ridho pun mengatakan bahwa tak ada masalah untuk melayat ke jenazah yang meninggal dunia karena positif Corona.

Sementara itu, Kabag Humas Protokol Pemkot Prabumulih, Jerry Zahri Desta, menanggapi maraknya video itu tersebar mengatakan, bahwa pernyataan dalam video itu sebelum adanya kasus positif di Sumsel maupun Kota Prabumulih sendiri. Selain itu, berdasarkan instruksi Kemendikbud untuk daerah dalam kategori rendah tetap diperkenankan tidak meliburkan sekolah.

"Itu video lama, dan setelah beberapa hari ada kasus positif di Sumsel, kita langsung liburkan sekolah sesuai instruksi pusat. Jadi bukan kita tidak mematuhi Pemerintah Pusat," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2020)

Bahkan, saat ini, kata Jerry, sudah ada tiga posko dalam penanggapi virus corona di Kota Prabumulih. Selain itu tim gugus tugas sudah berupaya maksimal dalam melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan disinfektan, serta pembagian 15 ribu masker kepada masyarakat.

"Untuk anggaran sendiri sudah disiapkan sekitar Rp 15 miliar untuk menanggulangi masalah ini," katanya.(okz/vie)