SIAK, Riauin.com-- Ketua Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah mengaku kaget setelah mengetahui 27 orang claning service (CS) di Gedung DPRD Siak diberhentikan. Dia berjanji akan memperjuangkan nasib warga Siak yang sudah 15 tahun bekerja di Gedung DPRD. Parahnya, pemberhentian itu dinilai sepihak dan tak ada sagu hati yang diterima CS tersebut.
"Besok kita akan temui Sekwan, kita tanya atas dasar apa mereka berhentikan semua CS. Siapa pejabat yang menandatangani surat pemberhentian itu," kata Wan saat dihubungi Riauin.com, Rabu (1/4) malam.
Kemarahan Wan juga dilampiaskannya di akun Facebook-nya. Sembari memposting judul berita yang diterbitkan cakaplah, Wan juga menulis status yang mengecam kebijakan tak manusiawi itu.
"Sungguh luar biasa dan dzolim.
Mereka yang memang orang siak mencari rezeki sebagai CS di Kantor DPRD ada yg sudah belasan tahun di berhentikan secara sepihak,tanpa ada sagu hati.
dimana hati nurani kalian!!!
Bnyk yg sudah2 ada walau pun berubah si vendor tapi pekerja nya tetap itu.
Jgn alasan mereka malas dan tidak bersih engkau cerito di media...macam kan kerjo engkau tu bersih betul..tunggu kami akan bongkar borok borok kalian mulai dari alat peraga publikasi DLL yg diduga Markup.akan kami layangkan surat ke penegakan hukum!!!
Ini hanya mengandalkan gaji 1,1jt menjadi harapan mereka menghidupi keluarga nya, kalian berhentikan sepihak!!! Akan kita laporkan dan tindak lanjuti orang orang #dzolim seperti kalian!!!" begitu status Wan Hamzah di laman Facebook-nya.
Status itu diposting sekitar pukul 21.00 WIB. Baru satu jam, sudah dibanjiri 147 komentar dan 9 kali dibagikan.
"Apapun alasannya mau perubahan vendor atau Ada akan dikelola pihak ketiga (aoutsorcing), CS yg sudah ada dioptimalkan dibarengi dg gaji yg pantas minimal standar UMK, pastilah kinerja mereka lebih baik lagi" ujar Muhammad Iskandar.
"Mereka tdk ada iman dan tak ada hati nurani terhadap sesama manusia..jgnlah menzolimi saudaramu sendiri di mana rasa iba mu wahai org2 yg gk punya HATI" komen Siyami Pnpm.
"Ya Allah tdk berprikemanusian berapelah gaji segitu semoge pejabat yg memecat tu mendapat azab yg setimpal Aamiin" kata Heriyani.
"Pedoo hati bang,yg kerja cs itu orang siak tempatan,dimana letak kemanusiaan bang, menangis di kampung sendiri" celoteh Imam Makwarodi.
"Sudah la ekonomi bertambah sulit gegara Corona,ditambah plk kehilangan pekerjaan plk lagi tak terbayang macam mna hidup kedepan nya lagi,berharap semoga ada selusi terbaik dlm permasalahan ini...."kicau Arsonsiak.
"Siapo yg berani disaat saat seperti keadaan skrng mengambil tindakan begini..tampa prikemanusian..
Tlnglah pihak yg terkait terutama yg terhormat Bpk Bupati.. diselesaikan secara bijaksana......
Apakah ini yg harus dilanjutkan...." comen Arkadius.
"Para Pemberi Kerja Dari Kantor Dprd Tidak Swgampang Itu Bicara. Masa Mengabdi Selama 15 Tahun Tidak Dapat Apa". Jadi Apa Status Para Pekerja Ini Selama 14 Tahun Mengabdi. Perlu Juga Dipertanyakan Supaya Lebih Jelas Ketua" kata Optanica Zega.
Seperti diberitakan cakaplah.com, air mata Tengku Khairani (55) tak terbendung. Dia tidak tahu harus bagaimana menghidupi anak-anaknya ke depan setelah mengetahui dirinya dipecat tanpa ada sagu hati.
15 tahun ia habiskan waktunya untuk bekerja menjadi cleaning sevice di Kantor DPRD Siak demi mencukupi kehidupan sehari-hari.
“Saya sudah 15 tahun menjalani pekerjaan ini. Tapi tiba-tiba saya diberhentikan seperti ini,†ceritanya dengan air di kedua pipinya.
Selanjutnya dia mengisahkan, pada Selasa (31/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, dia dan teman-temannya yang berjumlah 27 orang dipanggil ke ruangan di DPRD Siak. Selanjutnya diminta mengisi biodata yang berjumlah empat lembar.
Dua orang lelaki yang meminta mengisi itu mengatakan, 20 menit diberi waktu. Setelah itu langsung dikumpulkan. Hasilnya nanti dikabarkan hasilnya lewat ponsel.
“Hari ini, Rabu (1/4/2020) kenyataannya seperti ini. Saat pagi usai Salat Subuh datang ke DPRD Siak ini, sudah tidak ada kerjaan. Kami sudah digantikan orang lain,†ucapnya sambil menyeka butiran bening yang terus mengalir.
Dia menginginkan keadilan dan kejelasan. Dia kaget dibuang begitu saja oleh pihak DPRD Siak.
“Saya bekerja naik sepeda. Saat jalan masih semak. Sekarang jalan sudah bagus. Semua sudah terang. Kami diperlakukan seperti ini,†ucapnya.
Sementara ada teman Tengku Khairani yang menangis sambil sesenggukan mengatakan dia baru saja ketemu Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di kediamannya.
“Saya langsung pegang kakinya. Saya ceritakan apa yang terjadi dan Bupati ikut menangis. Selanjutnya Bupati meminta saya bertemu Sekwan, karena sudah dihubungi Bupati. Makanya saya langsung datang ke sini. Ternyata Pak Sekwan tidak ada di tempat,†jelasnya masih dalam tangis.
Tidak jauh dari kerumunan ibu-ibu yang merasa terzalimi itu, ada sejumlah pemuda yang mengenakan pakaian hitam putih. Dan ternyata merekalah pengganti para ibu perintis itu.
Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kasubag Rumah Tangga Setwan Siak Nanda Feri Yunizar mengatakan, hal ini bukan serta merta dilakukan. Sejak Desember 2019 sudah diingatkan akan ada peralihan ke pihak ketiga atau outsourcing.
“Kami melakukan ini karena kinerja mereka sudah tidak sebagaimana diharapkan. Mereka petugas kebersihan, tapi lingkungan DPRD ini selalu mendapat sorotan karena kurang bersih,†kilah Nanda.
Hari ini diingatkan, tiga hari memang bersih. Setelah itu kembali seperti semula. Jumlah mereka banyak, tapi hasil kerjanya tidak maksimal.
“Mereka kami gaji setiap bulannya Rp1,1 juta. Seharusnya mereka bisa menunjukkan kinerjanya sebelum kami beralih ke outsourcing,†sebut Nanda.
Ketika ditanya kepada Nanda berapa jumlah pekerja baru pengganti orang yang sudah lama mengabdi di DPRD itu. Menurut Nanda jumlahnya sama yaitu 27 orang. Jumlah itu belum masuk manajer dan pengawas lapangan.
Ditanya lebih jauh berapa DPRD menganggarkan untuk kebersihan DPRD Siak itu, sampai mengorbankan orang yang sudah belasan tahun. Nanda menyebutkan pihaknya menganggarkan Rp1 miliar setiap tahunnya.
Dapat dibayangkan untuk orang lama itu digaji Rp1,1 juta. Setahun DPRD hanya mengeluarkan Rp356 juta. Jika ditambah THR hanya Rp424 juta.
Dan lebih jauh ditanya kepada Nanda, apakah sagu hati dari DPRD atas apa yang mereka lakukan dan belasan tahun di DPRD Siak sudah seperti keluarga karena setiap hari jumpa. Dengan Ringan Nanda menyebutkan tidak ada anggaran untuk itu. Dan semua selesai begitu saja tanpa ada sagu hati karena mereka tergantikan oleh orang baru.
Sementara itu, Ketua DPRD Siak saat ingin ditemui diruangannya untuk dikonfirmasi sedang tidak berada di ruangan kerjanya. Dikonfirmasi melalui via terlfon juga tidak diangkat.(nal)