PEKANBARU, Riauin.com - Untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berdiam diri di rumah. Namun hingga saat ini himbauan tersebut kurang dijalani oleh masyarakat dengan berbagai alasan.
Seperti halnya terpantau di Mall SKA, warga masih terlihat berbelanja dan beraktivitas seperti biasa, memang untuk tingkat kunjungan memang jauh berkurang​. Hal ini juga terlihat dari kondisi parkir mall yang banyak yang kosong.
"Sebetulnya ngak mau keluar juga, tapi karena ada hal yang mendesak dan harus segera diambil pesanannya makanya saya keluar juga, walaupun agak was-was," ungkap Dila.
Untuk langkah antisipasi ketika beraktivitas di luar rumah, Dila mengaku harus menggunakan masker menghindari kerumunan warga.
"Tadi pas kita datang ngak ramai, ambil barang langsung pulang lagi, memang kondisi pusat perbelanjaan saya lihat sudah sepi juga parkiran juga banyak yang kosong," tambah Dila lagi
Melihat kondisi ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Yasser Hamidy meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lebih tegas terhadap pelaku usaha yang ada di Kota Pekanbaru untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19.
Selain itu, Yasser juga meminta Pemko Pekanbaru juga lebih menggencarkan sosialisasi betapa pentingnya untuk tetap berada di rumah untuk memutus Covid-19.
"Survey di luar, memang masih banyak warga yang belum sadar akan pentingnya kita menjaga diri dan keluarga dari penyebaran covid-19," ungkap Yasser, Senin (23/3/2020).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan hingga saat ini masih banyak muda-mudi ataupun masyarakat yang masih berkumpul di tempat umum seperti mal, kafe, dan juga tempat hiburan lainnya seperti karaoke dan tempat hiburan malam lainnya.
"Ini harus disikapi tegas oleh pemerintah sebelum terlambat, jangan tunggu ada yang positif Covid-19 baru kalang kabut," tegasnya.
Lebih jauh, Yasser meminta agar pemerintah Indonesia meniru beberapa negara lain yang memberikan sanksi bagi masyarakatnya yang membandel akan peraturan pemerintah.
"Spanyol mereka yang masih bandel kena sanksi, begitu juga di negara lain. Sementara kok kita masih santai-santai saja," tukasnya.(int/nol)