PEKANBARU, Riauin.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berharap dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menyentuh episentrum kebudayaan hingga ke tingkat desa yang ada di kabupaten/kota wilayah setempat.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zein mengatakan, hal tersebut dimaksudkan agar pusat-pusat kebudayaan yang ada di daerah bisa berkembang lebih baik dan memiliki spesifikasi masing-masing.
"Pusat-pusat kebudayaan itu kan ada di kampung-kampung, kabupaten/kota, kita berkeinginan setiap kabupaten itu memiliki spesifik sendiri. Misalnya Kabupaten Rokan Hulu, menjadi sentra Koba. Karena Koba sudah mendapat pengakuan. Kemudian Siak menjadi sentra Zapin," kata Yose, Senin (2/3/2020) di Pekanbaru.
Dia mengatakan, saat ini Provinsi Riau telah mendapat pengakuan atas 41 warisan budaya tak benda (intangible) yang perlu terus mendapat pembinaan.
Karenanya, ia berharap, dunia usaha di Provinsi Riau dapat berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya setempat.
"Ada 41 karya budaya melayu Riau yang telah mendapat pengakuan warisan budaya Indonesia, dan 41 karya budaya tersebut wajib mendapat pembinaan. Karena kalau tidak dapat pembinaan, pengakuannya terancam di cabut," ujarnya. (*)