Ingat, Pencegahan Dini Sangat Penting Antisipasi Karlahut diDumai


Jumat, 22 November 2019 - 10:14:09 WIB
Ingat, Pencegahan Dini Sangat Penting Antisipasi Karlahut diDumai
DUMAI, Riauin.com - Walaupun saat ini musim hujan  namun pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan harus tetap dilakukan secara dini,maka itu Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) melakukan  pembinaan terhadap  Masyarakat Peduli Api ( MPA ).

Ada sebanyak 60 orang MPA yang berasal dari 17 kelurahan rawan karlahut mengikuti pembinaan  yang dibuka langsung Walikota Dumai Zulkifli As dihadiri TNI, Kepala BPBD Aprilagan , Lurah , camat dan undangan lain di Hotel Grand Zuri Dumai.

Dikatakan Walikota Dumai Zulkifli As pencegahan harus lebih dini dilakukan untuk mengantisipasi karlahut walaupun saat ini masih memasuki musim hujan namun berbagai persiapan harus dipersiapkan.

Apalagi fenomena kebakaran lahan dan hutan bukan persoalan yang baru tetapi hampir setiap tahun  terjadi saat musim panas  dikarenakam oknum tak bertanggung jawab.

Maka  RT ,Lurah , Camat termasuk masyarakat  harus  saling mengingatkan lalu gencar melakukan  sosialiasi  tentang bahaya membakar lahan secara sembarangan serta hukuman bagi pembakar sangatlah berat.

Kata Pria bermata biru itu, saat ini masih banyak masyarakat yang  belum paham dampak dari karlahut jadi perlu diingatkan kembali.Bayangkan 90 persen pelaku karlahut yang tertangkap penegak hukum  karena membakar secara sengaja untuk membukan lahan  dan kebanyakan mereka masyarakat biasa.

Jadi sangat diharapkan sekali peranan   MPA dapat mencegah karlahut secara dini apalagi ketika sudah memasuki musim panas diperkirakan Januari 2020. Disamping pembinaan MPA, melengkapi alat pemadaman juga harus dilakukan termasuk membuat kanal dan embung di 17 kelurahan rawan karlahut.

Dalam penanganan karlahut kita semua harus bersinergi jangan saling menyalahkan apalagi sekarang sudah ada aplikasi miko lapor yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat  pemegang Andorid.

Sementara Kepala BPBD Dumai Aprilagan mengatakan sepanjang 2019 sudah ada 112 embung yang sudah dibuat bersifat darurat dan beberapa kanal.

Untuk pembuatan embung dan kanal tentu harus dilakukan penambahan agar mendapatkan sumber air yang lebih banyak namun beberapa kendala terjadi seperti status tanah terkadang milik masyarakat.(int/nol)