Sejak Tahun 2017 Warga Bandul Belom Nikmati Pamsimas Secara Normal


Sabtu, 14 September 2019 - 08:02:32 WIB
Sejak Tahun 2017  Warga  Bandul Belom Nikmati Pamsimas Secara Normal
Riauin.com - Meskipun Sudah dibangun Pamsimas Sudah dibangun Sejak tahun 2017 lalu, namun sampai saat ini ternyata Warga belom bisa menikmatinya secara merata, Seperti yang terjadi di Desa Bandul kecamatan Tasik Putri Puyu kabupaten kepulauan Meranti

Pamsimas dari tahun 2017 sampai Saat ini hanya orang orang tertentu saja yang menikmatinya, berdasarkan Informasi  meteran Sudah ada Namun kenapa sampai Saat ini belom juga direalisasikan, Jum,at 13 September 2019

Saya tidak tau kenapa sampai Saat ini belom juga direalisasikan juga, apakah meteran itu untuk kempanye dia besok, Jelas Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya kepada media ini

Kemaren pernah di angkat kepolisian tapi tak ada penyelesaian hilang gitu aja, rumah yang jarak 400 meter teraliri air sedangkan yang dekat dengan pamsimas malah tidak dapat dengan alasan soket pipa tak ada, Kami sebagai warga Sudah merasa capek penat ngusulkan janji kades namun sampai sekarang ape tidak je. tambah sumber lagi

Saya sangat berharap kepada penegak hukum apakah itu  kpk atau bpk turun mengauditnya, Karna di Desa Kami ini siapa yang selalu bersuara di anggap dia meresahkan habis  dibuang dan apa yang dibuat di persulit.

Sementara itu Ahmad yang mengaku dirinya sebagai kordinator Pamsimas Desa Bandul Ketika dikonfermasi oleh media, Meteran belom Cukup makanya belom bisa dipasangkan pak lagipun sokit pipanya belom ada, Selama ini Baru terpasang Lebih kurang 40 rumah yang Sudah bisa dinikmati, terutama Bagi warga yang sulit mendapatkan air bersih

Diwaktu yang berbeda Zahari selaku kepala Desa Bandul membenarkan Hal sedemikian, benar pak, selama ini pamsimas Kita belom bisa dinikmati secara merata karna kekurangan sokit pipa, dan Kita akan mengusulkan untuk pembelian sokit pipa nantinya.jelas Zahari.

Sementara itu Syaiful Bahri selaku Sektor Pembangunan Inspratruktur pembangunan kabupaten kepulauan Meranti Ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan Pamsimas ini merupakan program nasional, Berawal dari minat Desa, dan Bagi  Desa yang berminat  harus menyediakan minimala 10% dari nilai pagu dan yang Sisa itu dari APBN.

Jadi yang banyak terjadi dilapangan Ketika warga mengeluh kenapa sampai Saat ini masih ada yang belom bisa menikamtinya  karna bajad 10% itu tidak Cukup untuk melayani SR dilokasi tersebut.

Selama ini banyak yang terjadi dikabupaten kepulauan meranti ini Sistem dibangun, pipa dijalan ada, tapi belom ada pipa Untuk disalurkan kerumah karna uangnya tidak Cukup dianggarkan

Untuk diketahui dikabupaten kepulauan meranti pamsimas Kita Sudah Terbangun sebanyak 53 desa, ada Lima Desa yang tidak berpungsi Sama sekali dalam Kata Gori merah, itu karna Kondisi air tidak Bagus, dan pemanfaatan pada Awal diperencanaan  itu tidak matang.

Kita berharap dari pemerintah desa Dan kabupaten Lebih pokus terhadap mempercepat kepemanfaatan pamsimas ini. dan begitu juga dengan pemerintah pusat Kita sangat berharap dengan  dukungan anggarannya melalui Dana DAK, danah hiba air Minum Dan samitasi, dan ini Untuk diketahui masyarakat meranti

Untuk diketahui Pamsimas ini bersifat suwadaya, Ketika sistem jadi Bagi warga yang punya uang tersambung Dan yang Tak punya uang tidak tersambung, seperti Inilah permaslahan pamsimas ini.

Jadi Saya rasa tidak ada yang Salah dengan pamsimas, Cuma kurang nya pemahaman kita, Dan konsen tidak konsennya kita bagaimana kapasitas yang Sudah ada bisa dimanfaatkan

pemerintah Desa juga mempunyai Anggaran terbatas, tapi setidak tidaknya dalam satu tahun bisa menambahkan sepuluh bijik rumah supaya bisa disalurkan pamsimas tersebut.

Ini tentunya  jadi PR buat kami, karna Kalau Cuma 40 rumah berarti ada kapasitasnya Lagi, karna  kapasitas di PAM itu 1'5 liter perdetik mampu melayani 150 rumah, tapi Untuk melayani 150 rumah tersebut menggunakan anggaran yang banyak.

Seperti Di Desa bandul hanya Baru 40 rumah yang Baru bisa menikmati dan itu termasuk belom termanfaatkan secara maksimal dan ini akan menjadi PR tingkat nasional

Makanya pemerintah pusat saat ini lebih konsen Untuk menuntas kan Masalah pamsimas ini.tingkat kecapaian tidak main main,tahun 2019 100% target herhadap air bersih

Meskipun pemerintah desa banyak yang Mau dibangunkan tapi setidaknya pikirkanlah sedikit saja Masalah Pamsimas ini, pemerintah kabupaten jelas banyak yang di prioritaskan lagi, dan Kita memang benar benar mengandalkan Dana dari pusat saat ini.

Kemaren Saat sosialisasi sudah saya sampaikan, pemerintah Desa Jangan hanya memenuhi Syarat Syarat 10% saja, yang 10% ini hanya bisa bangun pipa, anggarkan Lebih karna Ketika sistem Terbangun Sudah komplek semuanya.(Syah)