PEKANBARU, Riauin.com - Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru akan memanggil seluruh pemilik Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Pekanbaru. Pemanggilan ini dilakukan tak lain untuk melakukan penataan aset, selain tentunya pihak ketiga melakukan perbaikan JPO yang rusak.
“Jadi selain menata aset milik Pemko Pekanbaru, pemanggilan ini kaitannya terkait perjanjian kerjasama antara Pemko dengan pihak ketiga. Kami berharap, keberadaan JPO di Pekanbaru ini semua dibenahi agar pengguna merasa nyaman,†kata Kepala Bidang Keselamatan Teknik Sarana dan Prasarana Dishub Kota Pekanbaru, Tengku Ardi Dwisasti, Ahad (7/4/2019).
Ardi menambahkan, dari jumlah keseluruhan JPO yang ada di Pekanbaru yakni 11 titik, 4 diantaranya pemilik JPO sudah menyatakan kesanggupan untuk memperbaiki aset tersebut jika terjadi kerusakan yang membuat para pengguna merasa terancam jika melewati JPO tersebut.
“Untuk itu, pemilik JPO yang belum melakukan perjanjian kerjasama, kami akan panggil agar keberadaannya asetnya pun menjadi jelas. Jangan sampai ketika terjadi kerusakan, masyarakat tahunya itu tanggungjawab Pemko Pekanbaru,†cakapnya.
Dalam kesempatan ini, mantan Kasubag Protokol Setdako Pekanbaru berharap agar para pemilik JPO yang masih memiliki tanggungjawab untuk melakukan perbaikan, segera melakukan perbaikan.
“Contohnya JPO yang di Simpang Pelajar, harusnya pemilik JPO cepat tanggap karena keberadaan JPO tersebut sudah banyak yang rusak dan memprihatinkan. Harusnya ini menjadi perhatian serius juga oleh pihak ketiganya,†pungkasnya.
Sekedar informasi, dari 11 JPO yang ada di Kota Pekanbaru yakni JPO Samratulangi, Ramayana, Hotel Drago, Sudirman Square, Hotel Mayang Garden, Gelanggang Remaja, Jalan Tuanku Tambusai Depan Hawaii, Simpang Pelajar, Tobek Godang, Depan Giant, Depan SD HR Subrantas, sebagian kondisi JPO nya dalam kategori tidak layak.
Bahkan, keberadaan JPO yang minim digunakan bagi masyarakat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk meraup keuntungan semata oleh pihak ketiga karena banyaknya baliho reklame yang terpasang di JPO. (int/nol)