Ia mengakui, selama ini Siak memang belum bebas gizi buruk. Namun, penekanan terhadap kasus gizi buruk sudah ditangani secara baik, sehingga angka terakhir tidak signifikan atau di bawah angka rata-rata nasional. Namun, Toni tidak mau menyebut persentase angka gizi buruk di Kabupaten berjuluk Negeri Istana itu.
"Angka pastinya kita masih belum tahu, karena staf saya lagi keluar. yang jelas masih di bawah target skala nasional. Nanti, pasti akan kami beritahukan ke media," kata dia, kemarin.
Untuk menekan angka kasus gizi buruk, pihaknya langsung turun tangan ke pelosok-pelosok daerah seantero Siak. Berbagai kegiatan seperti pendampingan terhadap ibu-ibu untuk memberikan asupan gizi. Selain itu, pihaknya juga punya program memberikan asupan gizi di setiap Posyandu minimal sebulan sekali di setiap desa.
"Hal ini terus kita lakukan untuk memberikan asupan gizi bagi para balita, dengan posyandu inilah, cara yanh tepat untuk menekan akan gizi buruk," ungkapnya. (*)