"Sehubungan dengan pembangunan fly over untuk mengurai kemacetan memang kami sediakan jalan alternatif. Tetapi jalan tersebut bisa difungsikan saat pembangunan fly over dimulai," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan, Kendi Harahap, Selasa (3/4/2018).
Kendi menyebut, terkait adanya jalan yang rusak di jalur alternatif yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Pekanbaru pihaknya akan berkoordinasi dengan PUPR Kota Pekanbaru untuk segera memperbaiki. Jika di jalur provinsi pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada provinsi untuk menggesa jalan rusak tersebut.
"Karena pembangunan Flyover ini berada di bawah provinsi. Jadi, jika ada jalan alternatif yang rusak, tentu akan kami koordinasikan terlebih dahulu," imbuhnya.
Kendi menambahkan, khusus untuk jalur alternatif yang minim penerangan jalan seperti di Jalan Srikandi, Lobak, dan Jalan Bakti, pihaknya akan segera memasangkan lampu penerangan.
"Sebelum memasang, kami akan terlebih dahulu meninjau titik mana saja jalan yang minim penerangan. Jika anggaran kita ada tentunya akan disediakan," ujarnya.
Pihaknya juga akan menyiapkan personel di jam- jam tertentu dalam mengantisipasi kemacetan dan pihaknya juga akan membuat petunjuk arah di jalur alternatif.
"Ini dilakukan agar masyarakat tahu dimana titik jalan alternatif antisipasi kemacetan. Direncanakan jalan ini difungsikan pertengahan bulan April," ujarnya menambahkan.
Sekedar informasi jalan altenatif yang akan dibuka diantaranya adalah Jalan Lobak, jalan Delima, jalan Kamboja, jalan Anggrek, jalan Rambutan, jalan Majalengka, jalan Kartama, jalan Pala Raya, jalan Melur, jalan Pelita, jalan Karyawan. (int/nol)