Kanal

Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis

RIAUIN.COM - Pengiriman narkotika jaringan internasional dari Malaysia kembali digagalkan di wilayah pesisir Riau. Tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis menghentikan pergerakan satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 yang membawa 65 kilogram sabu di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai masuknya barang haram melalui jalur laut menuju daratan Bengkalis. Petugas yang melakukan pengintaian langsung menyergap mobil berpelat BM 8955 BN yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial S.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut menjadi titik awal pengungkapan jaringan yang lebih luas.

"Hasil penggeledahan kendaraan menemukan empat karung berisi 65 bungkus narkotika jenis sabu. Pengemudi berinisial S langsung kami amankan ke Mapolsek Bantan untuk pemeriksaan mendalam," kata AKBP Fahrian Saleh Siregar.

Dari hasil interogasi terhadap S, petugas bergerak cepat melakukan pengembangan di lapangan. Tim gabungan berhasil membekuk dua tersangka lain, yakni ST dan P, di lokasi terpisah. Kedua pelaku bertugas melangsir karung-karung berisi sabu tersebut dari tengah laut menuju tepi pantai menggunakan kapal motor nelayan.

Penyidikan berlanjut ke sebuah ruko dua lantai di Jalan Kelapapati, Kecamatan Bengkalis. Di tempat itu, polisi menemukan sejumlah tas hitam, kantong plastik, dan karung yang disiapkan para pelaku untuk mengemas ulang sabu sebelum didistribusikan.

Selain 65 kilogram sabu, petugas menyita barang bukti operasional berupa satu unit mobil pikap, satu unit sepeda motor, satu unit kapal motor, dan tiga unit telepon seluler. Fahrian menegaskan pihaknya kini memburu penyalur utama dari jaringan luar negeri tersebut.

"Kami terus melakukan pengembangan untuk membongkar seluruh jaringan internasional yang terlibat. Kolaborasi jajaran di lapangan sangat krusial untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan," ujar Fahrian. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler