Kanal

Karhutla Riau Picu 10.783 Kasus ISPA, Dinkes Siagakan Tenda Darurat dan Rumah Oksigen

RIAUIN.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga menyentuh angka 10.783 penderita sepanjang Agustus hingga awal September. Dinas Kesehatan Provinsi Riau merespons situasi ini dengan menyiagakan tenda posko darurat, rumah oksigen, hingga menyebarkan Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di seluruh Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengonfirmasi bahwa kabut asap akibat karhutla menjadi pemicu utama memburuknya kualitas udara dan tingginya angka kesakitan. Dari total penderita yang tercatat, kelompok balita dan anak usia sekolah menjadi korban paling banyak. Sebanyak 1.937 balita usia 0–5 tahun dan 1.844 anak usia 5–9 tahun teridentifikasi terserang ISPA. Selain itu, penderita dari kelompok dewasa terbagi atas 5.321 pasien laki-laki dan 5.462 pasien perempuan.

Guna mengantisipasi pemburukan kondisi pasien, fasilitas kesehatan tingkat pertama langsung disiagakan penuh. Posko darurat berbasis tenda medis juga disiapkan khusus di tingkat provinsi.

"Pemerintah daerah menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak," ujar Zulkifli.

Ia menambahkan bahwa posko darurat di tingkat provinsi telah dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur medis dan rumah oksigen untuk penanganan pasien dalam kondisi kritis. Penanganan ini turut melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan, khususnya dalam pendistribusian masker gratis kepada pengguna jalan dan kampanye edukasi kesehatan.

Masyarakat yang mulai merasakan gangguan pernapasan diimbau untuk segera mengakses fasilitas kesehatan terdekat guna mendeteksi gejala secara dini. Protokol kesehatan ketat juga diminta untuk kembali diterapkan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid.

"Kita mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan. Tenaga kesehatan di faskes juga kita minta segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, dan asma," tutur Zulkifli.

Meski angka penderita terus bertambah, Dinas Kesehatan Riau memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di daerah terdampak saat ini masih mampu menampung dan memberikan pelayanan medis secara maksimal. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler