RIAUIN.COM - Pemantauan BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat 170 titik panas (hotspot) berhembus di wilayah Provinsi Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah penyumbang terbanyak dengan temuan 135 titik.
Jumlah hotspot di Indragiri Hulu melonjak jauh dibanding area lain. Daerah penyumbang berikutnya adalah Bengkalis dengan 42 titik, Dumai 23 titik, Indragiri Hilir 18 titik, Siak 11 titik, Kampar 10 titik, dan Pelalawan 10 titik. Sementara itu, Kepulauan Meranti mendeteksi sembilan titik, sedangkan Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Rokan Hulu masing-masing mencatatkan empat titik.
Di tingkat regional, total hotspot di Pulau Sumatera menembus angka 2.121 titik. Sumatera Selatan berada di urutan teratas dengan 1.218 titik, diikuti Jambi 212 titik, Bangka Belitung 164 titik, dan Lampung 128 titik. Kepulauan Riau mencatat 66 titik, Sumatera Barat 37 titik, serta Sumatera Utara 26 titik.
Di tengah maraknya ancaman titik panas, potensi cuaca ekstrem juga mengintai sejumlah daerah. BMKG mengimbau masyarakat di enam kabupaten/kota untuk mengantisipasi turunnya hujan deras.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak terutama pada dini hari," kata Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, Selasa (8/9/2026).
Peluang hujan berintensitas ringan hingga sedang pada dini hari diprakirakan meluas ke Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru. Kondisi udara pada pagi hingga sore hari umumnya diprakirakan kabur hingga berawan, dengan potensi hujan ringan lokal di Pulau Rupat.
Suhu udara Riau berada di kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 50 sampai 100 persen. Angin bertiup dari tenggara ke barat pada kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
"Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah," ujar Mari Frystine. (Bil)