Kanal

Atasi Antrean SPBU, Pertamina Sisir Penyaluran Solar Subsidi di 12 Kabupaten/Kota se-Riau

RIAUIN.COM - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menggenjot pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar hingga 27 persen melebihi rata-rata penyaluran normal di Provinsi Riau. Langkah ini diambil menyusul lonjakan konsumsi akibat fenomena migrasi pengguna BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi.

Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengonfirmasi adanya lonjakan permintaan yang memicu antrean di sejumah SPBU setelah periode April 2026.

"Posisi Agustus sampai September ini, Pertamina sudah menambah pasokan sampai 27% lebih tinggi dari rata-rata di bulan April. Artinya kebutuhan ini naik," kata Wilson di Pekanbaru, Senin (7/9/2026).

Wilson menjelaskan bahwa pelebaran selisih harga (disparitas) antarjenis bahan bakar menjadi pemicu utama masyarakat berpindah ke produk bersubsidi. Kondisi ini kian terakselerasi setelah adanya kebijakan penyesuaian harga BBM per awal bulan ini.

"Penyebabnya adalah peningkatan kebutuhan dan ada juga yang terjadi migrasi yang tadinya menggunakan bahan bakar non-subsidi, ada yang beralih karena disparitas," ungkap Wilson.

Ia menambahkan, penyesuaian harga di tingkat pengecer langsung mengubah perilaku konsumsi pemilik kendaraan di lapangan.

"Sebagaimana diketahui bahwa per tanggal 1 September kemarin juga ada penyesuaian harga, sehingga mungkin masyarakat yang tadinya menggunakan Dexlite ada yang beralih ke Solar," terangnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan yang lebih parah di SPBU, Pertamina terus mengevaluasi pola distribusi dan memperketat pengawasan penyaluran di seluruh daerah.

"Terkait dengan penyaluran ini kami terus melakukan koordinasi bukan hanya di tingkat provinsi tapi juga tingkat kabupaten/kota. Karena 12 kabupaten/kota juga harus kita lihat bagaimana penyaluran BBM ini bisa berlangsung," tegas Wilson. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler