Terlebih lagi saat ini ada 4 kepala daerah yang ikut bertarung di Pilgubri, yakni Aryadjuliandi Rachman, Syamsuar, Firdaus dan Suyatno dimana keterlibatan ASN/PNS sangat rentan terjadi.
"Kinerja Bawaslu Riau cukup berat serta butuh perhatian serius dari para petugas di lapangan. Selain harus mengawasi pelanggaran dari setiap bapaslon kitw juga harus mengawasi gerak-gerik para ASN yang kepala daerahnya maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018. Karena kita sudah petakan, ini merupakan satu titik rawan yang rentan dimobilisasi oleh kepala daerah," ungkap Rusidi Rusdan, Kamis (11/1/2017).
Menurut Rusidi lagi, ada 3 hal yang menjadi perhatian serius pihaknya di Bawaslu terhadap setiap Paslon yang bertarung, diantaranya tidak melibatkan ASN, tidak menggunakan fasilitas negara dan tidak kampanye di luar jadwal yang sudah ditentukan.
"Memang kita akui dengan majunya empat kepala daerah dalam ajang Pigubri kali ini membuat potensi konflik cukup berpeluang besar dengan sejumlah kemungkinan pelanggaran yang dilakukan.Tetapi kita tetap optimis pelaksanaan Pilgubri nanti tetap aman, lancar, santun dan damai sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya serta mejadi acuan bagi pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang dan yang tak kalah penting para Paslon taat aturan yang ada termasuk para pendukung masing-masing Paslon," kata Rusidi.(int/nol)
sumber :halloriau