"Alokasi dana KUR di Riau masih relatif kecil. Padahal secara nasional KUR terdapat Rp69,4 ‎triliun, sedangkan Riau hanya Rp1,6 triliun," kata Zaenal Abidi saat rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Riau, Selasa (7/11/2017).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukan bahwa akses pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Riau relatif rendah. Karenanya, dia berharap dari Rakor tersebut informasi soal KUR dapat disampaikan ke UMKM.
Lebih lanjut diterangkannya, untuk penerima dana KUR (Debitur) nasional terhadap 3.090.959, sedangkan di Riau hanya 1,01 persen dari jumlah debitur nasional atau 31 ribu lebih debitur di Riau.
Rincian penyaluran KUR di provinsi Riau, Kampar transaksi Rp140.860.434.000 dengan jumlah debitur 4.156, Inhu Rp74.878.800.000 debitur 2.010, Bengkalis Rp73.813.000.000 debitur 2.603, Inhil Rp72.518.000.000 debitur 2.635, Pelalawan Rp91.495.000.000 debitur 1.774, Rohul Rp129.085.300.000 debitur 3.004.
Selanjutnya, Rohil Rp104.793.000.000 debitur (nasabah) 3.435, Siak Rp109.509.580.00 debitur 2.946, Kuansing Rp66.788.000.000 debitur 2.195, Meranti Rp20.099.000.000 debitur 546, Pekanbaru Rp135.271.000.000 debitur 4.152, Dumai Rp49.582.000.000 debitur 1.818 dengan total transaksi Rp1.068.693.117.000 atau 1,54 persen dibanding nasional Rp69.424.415.000.000.
Sementara itu, Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, saat dikonfirmasi cakaplah soal rendahnya penyaluran dana KUR di Riau mengatakan, untuk masalah KUR sebenarnya anggaran cukup tersedia. Hanya saja dalam penyalurannya sedikit terkendala dimasalah syarat penerima.
"Perbankan secara komprehensip tidak mau menyalurankan dana KUR kalau tidak cukup syarat. Makanya tugas kita pemerintah untuk melengkapi syarat itu," katanya. (nol)