BANDUNG, RiauIN.com - Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya mengatakan tiga tersangka kasus video jahil di Bandung, telah dipindahkan ke sel tahanan lain.
Kebijakan itu diambil setelah ketiganya dibully para tahanan kasus lain di rumah tahanan Mapolrestabes Bandung.
"Saat ini kami melakukan pemeriksaan terhadap Ferdian, dia tetep sehat dan tidak ada kekurangan apapun juga," kata Ulung di Mapolrestabes Bandung, seperti dilansir Okezone.
Beberapa waktu setelah kejadian perundungan penghuni rumah tahanan, Ferdian Paleka bersama rekannya kini berada di sel lain alias tidak bersama napi lainnya.
"Sementara kita melakukan pemisahan dulu menunggu situasi aman dulu. Posisinya masih di blok yang sama, cuma beda sel," ujarnya.
Terkait tindakan kepada para pelaku perundungan di rumah tahanan, Ulung menjelaskan bahwa ada dugaan ponsel masuk melalui pembesuk dengan menyelipkan benda tersebut ke dalam makanan.
Ia menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 sekarang ini pihaknya memberlakukan aturan tidak menerima kunjungan keluarga para penghuni rumah tahanan. Namun pemberian makanan dari luar diperbolehkan.
"Pada saat pandemi ini di Polrestabes tidak menerima kunjungan kecuali makanan. Mungkin handphone itu diselipkan pada saat pemberian makanan kepada tahanan," kata Ulung.
Menurut Ulung, ponsel untuk merekam kejadian perundungan terhadap Ferdian dan kawan-kawan sudah diamankan pihaknya. Selain itu, petugas yang berjaga sudah diperiksa.
"Kita juga sudah melakukan pemeriksaan kepada penjaga sampai ke tingkat atasnya untuk mempertanggung jawabkan kejadian ini," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, pihak Polrestabes menetapkan kebijakan untuk tidak menerima kunjungan baik itu orang maupun makanan untuk sementara waktu.(vie)